Rabu, 30 Januari 2019

Akuntansi Utang

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
A.    Pengertian Utang
Secara umum utang merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain, yang dinyatakan dalam satuan uang, yang timbul sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu, untuk menyerahkan aktiva (kas atau non kas) atau menyediakan jasa di masa mendatang. Beberapa tokoh atau lembaga memberikan definisi utang sebagai berikut:
1.  Joel G Siegel dan jae K. Shim
    Utang adalah uang atau jasa yang dipinjamkan oleh pihak lain, merupkan kewajiban resmi dari sebuah usaha yang timbal balik, baik dari perjanjian tertulis ataupun lisan
2.  Mamduh M. Hanafi
Utang adalah pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul di masa mendatang dari kewajiban organisasi sekarang untuk mentransfer asset  atau memberikan jasa ke pihak lain di masa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian di masa lalu.
3.  FASB (Financial Accounting Standards Board)
Utang dadalah pengorbanan manfaat ekonomi di masa yang akan dating yang mungkin terjadi akibat suatu badan usaha masa kini untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa pada badan usaha lain di masa yang akan dating sebagai akibat transaksi di masa lalu. 

Multi Kecerdasan Dalam Pembelajaran

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Kecerdasan peserta didik dalam belajar didasari beberapa jenis kecerdasan yang ada, yang dikenal dengan multi kecerdasan. Seorang guru perlu memahami berbagai jenis kecerdasan peserta didik, agar dapat menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi dalam menjembatani proses belajar peserta didik.
A. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence)
Kecerdasan Linguistik merupakan kemampuan berpikir dalam bentuk kata-kata dan penggunaan bahasa untuk mengekspresikan dan memberi makna yang kompleks. Biasanya kecerdasan ini dimiliki oleh para pengarang, penyair, jurnalis, pembicara, dan penyiar berita. Beberapa karakteristik yang ada pada orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan bahasa antara lain adalah :
1.  Mendengarkan dan merespon setiap suara dan berbagai ungkapan kata;
2.  Menirukan suara, bahasa, membaca dan menulis;
3.  Belajar melalui menyimak, membaca dan menulis serta diskusi;
4.  Menyimak secara efektif, memahami, menguraikan, menafsirkan dan mengingat apa yang diucapkan;
5.  Membaca secara efektif, memahami, meringkas, menafsirkan atau menerangkan;

Selasa, 29 Januari 2019

Model Pembelajaran Discovery Learning

A.  Pengertian Discovery Learning
Model Pembelajaran Discovery Learning didefinisikan sebagai  proses  pembelajaran  yang  terjadi  bila peserta didik tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. Sebagaimana pendapat Bruner, bahwa: Discovery Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject matter in the final form, but rather is required to organize it him self” (Lefancoi dala Emetembun,   1986:103).   Ide  dasar Bruner  ialah  pendapat  dari  Piaget  yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas.
Model Discovery Learning adalah memahami konsep, arti, dan  hubungan, melalui  proses  intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery  terjadi bila individu terlibat,  terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi,  pengukuran, prediksi,  penentuan dan inferi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatig conceps and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

Minggu, 27 Januari 2019

Mengenal Silabus Mapel SMK

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Silabus adalah rencana pembelajaran suatu mata pelajaran yang merupakan penjabaran Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator pencapaian kompetensi, materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. 
Fungsi dan manfaat silabus adalah sebagai berikut.
1.   Merupakan pedoman atau acuan dalam penyusunan RPP yang secara komprehensif, mengandung rancangan seluruh aspek pembelajaran terkait dengan tujuan langsung pembelajaran (direct teaching) maupun tujuan tidak langsung pembelajaran (indirect teaching);
2.   Menjadi acuan pengelolaan media dan sumber belajar, terutama dalam pengembangan sarana dan prasarana yang dapat mengembangkan budaya literasi secara menyeluruh;
3.   Menjadi acuan pengembangan sistem penilaian;
4.   Merupakan gambaran umum program dan target yang akan dicapai mata pelajaran;
5.   Merupakan dokumentasi tertulis dalam rangka akuntabilitas program pembelajaran.

Sabtu, 26 Januari 2019

Mengelola Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah biaya yang timbul dalam proses produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang secara tidak langsung ikut menentukan proses terjadinya suatu produk. Biaya ini sangat sulit untuk ditelusuri melekatnya pada produk, terutama pada perusahaan-perusahaan yang mengerjakan lebih dari satu jenis produk. Yang termasuk dalam biaya ini adalah sebagai berikut :
1.   Biaya Bahan Penolong
Yakni bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan produk, yang prosentasenya sangat kecil dan terlalu rumit diperhitungkan secara langsung sebagai bagian dari harga pokok produk.
Contoh : paku, pelitur, cat, perekat pada perusahaan mebeler. Benang, paku, lem kulit pada perusahaan sepatu. Dll.
2.   Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung
Adalah upah yang dibayarkan kepada karyawan pabrik, yang secara fisik tidak secara langsung ikut serta dalam proses pembuatan produk.
Contoh : gaji manajer produksi, gaji pengawas pabrik, gaji bagian pemeriksaan.

Kamis, 24 Januari 2019

Kunci Sukses Menempuh Ujian Sekolah

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Sebagai peserta didik, sudah dipastikan akan menghadapi ulangan atau ujian untuk mengukur seberapa dalam mereka menyerap materi. Melalui ujian yang tepat diharpakan dapat ditemukan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki prestasi, sesuai dengan yang diharapkan. Jadi sudah seharusnya, ujian harus dilaksanakan secara jujur dan penuh tanggung jawab. Pada prinsipnya ada berbagai jenis ujian yang dilalui oleh para peserta didik, diantaranya: Ulangan Harian (UH), Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester (PAS), Ujian Praktik, Ujian Nasional (UN).
Ulangan harian berisi ujan  materi yang sudah dijelaskan dalam beberapa Kompetensi Dasar (KD) oleh guru selama beberapa pertemuan. Ujian Semester meliputi Penilaian Tengah Semester  (PTS) Penilaian Akhir Semester (PAS). Materi yang diujikan tentu lebih banyak dari ulangan harian, biasanya antara tiga sampai lima bab sesuai yang telah dipelajari sepanjang semester. Sedangkan Ujian Nasional (UN) ataupun Ujian Sekolah, (USEK) dilaksanakan di penghujung jenjang pendidikan. Isinya tentu saja semua materi yang pernah diajarkan selama peserta didik belajar pada jenjang tersebut.

Mengenal Istilah Belajar dan Pembelajaran

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Belajar pada dasarnya merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang atau individu dalam lingkungannya, sehingga mengakibatkan perubahan di dalam sikap dan perilaku. Para ahli telah memberikan definisi tentang belajar, dari sudut pandangnya masing masing. Terdapat enam teori yang mengungkapkan tentang definisi belajar, yakni teori belajar behavioristik, kognitif, konstruktivistik, humanistik, sibertik dan teori belajar revolusi sosio kultural.
Menurut  teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Suatu individu dikatakan telah belajar apabila telah terjadi perubahan tingkah laku. Hal yang paling mendasar dari teori ini adalah adanya stimulus-stimulus atau masukan-masukan yang diberikan kepada seseorang dan juga respon atau tanggapan-tanggapan yang diberikan oleh seseorang dengan adanya stimulus tersebut.  Dalam teori belajar behavioristik, penguatan

Rabu, 23 Januari 2019

Bisinis di era Disruption...Bagaimana Menghadapinya???

oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Disruption adalah singkatan Disruptive Innovation. Kata ‘Disruption” juga dapat dimaknai sebagai penggangu, pengacau, atau biang kerok. Dalam dunia bisnis disruptive dimaknai sebagai gangguan karena adanya pergesaran model bisnis dari era tradisional ke era modern, dari era analog ke era digital dengan menghadirkan berbagai macam inovasi digital yang luar biasa...yang membuat segalanya menjadi lebih mudah, efektif dan efisien.

Sebagai gambaran ketika dulu jika kita hendak mencari atau membutuhkan barang-barang yang kita inginkan, maka kita harus pergi ke pasar tradisonal atau pusat perkulakan, namun kondisi sekarang ini menjadi berubah sangat drastis...hanya dengan menggunakan sentuhan jari saja, maka apa yang kita butuhkan, apa yang kita perlukan sudah ada di depan mata. Akibatnya pasar-pasarpun mulai terganggu, bahkan pebisnis yang menjadi penguasa pangsa pasar pun menjadi terkejut dan bertumbangan dengan kondisi tersebut. Inilah yang dinamakan Era Disruption.

Clayton M. Christensen, dalam bukunya Innovator’s Dilemma menjelaskan dengan sangat gamblang mengapa fenomena disruption ini bisa terjadi. Secara sederhana, sebuah market disruption (pengganggu pasar) terjadi karena incumbent berfokus hanya mengembangkan produk atau jasa berbasis pada teknologi yang mereka ketahui sebelumnya. Mereka melakukan inovasi berfokus untuk

Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Buku besar pembantu adalah buku besar yang dipergunakan untuk mencatat akun tertentu serta perubahan-perubahan yang lebih terperinci pada suatu perusahaan. Buku besar pembantu dapat dikatakan sebagai perluasan dari buku besar umum. Jadi, dapat dimaknai bahwa catatan pada buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu akun yang ada pada buku besar umum. Yakni rincian akun hutang dan piutang.

Lalu apa saja manfaat disusunnya buku besar pembantu?? Paling tidak ada 4 manfaat dari penyusunan buku besar pembantu ini.
1.   Memudahkan bagi juru buku atau akuntan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. (buku besar pembantu akan mengurangi kesalahan-kesalahan yang ada pada buku besar umum). 
2.   Sebagai sebuah perbandingan atau pengujian dari ketelitan dalam pembuatan buku besar umum. ( dengan membandingkan saldo akun pada buku besar umun dengan jumlah saldo-saldo yang ada pada buku besar pembantu). 

Selasa, 22 Januari 2019

Memahami Buku Besar (General Ledger) Perusahaan

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Objek akuntansi adalah transaksi bisnis yang terjadi dalam suatu organisasi atau badan usaha. Transaksi bisnis ini merupakan aktivitas perusahaan yang mengakibatkan perubahan pada harta utang ataupun modal. Untuk mencatat kejadian tersebut, maka diperlukan media pencatatan yang dinamakan akun (account). Kumpulan dari akun-akun yang saling berhubungan digunakan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya dinamakan ’BUKU BESAR”.
Dari informasi tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa buku besar adalah sebagai alat yang digunakan untuk mencatat perubahan-perubahan yang tejadi pada suatu akun yang disebabkan karena adanya transaksi keuangan. Buku besar berisi perkiraan-perkiraan yang mengikhtisarkan pengaruh adanya transaksi keuangan terhadap perubahan pada aktiva, kewajiban dan atau modal suatu perusahaan.

Senin, 21 Januari 2019

Strategi Bisnis di Era Disruption

Dunia bisnis sedang menghadapi suatu tantangan yang hebat yaitu disruption atau gangguan. Bagi perusahaan kondisi ini merupakan tantangan tersendiri, yang akan menunjukkan bisnisnya akan tetap bertahan atau gulung tikar. dalam ere disruption ini, cara-cara lama telah digantikan dengan cara-cara baru yang lebih hemat, lebih efisien.
Rhenald Kasali dalam kompas.com mengungkapkan bahwa terdapat 5 (lima) hal penting dalam disrupsi yaitu:
#1. Disrupsi berakibat terhadap penghematan banyak biaya melalui proses bisnis yang menjadi lebih simpel.
#2. Disrupsi membuat kualitas apapun yang dihasilkannya lebih baik ketimbang yang sebelumnya. Kalau lebih buruk, jelas itu bukan disrupsi. Lagipula siapa yang mau memakai produk/jasa yang kualitasnya lebih buruk?
#3. Disrupsi berpotensi menciptakan pasar baru, atau membuat mereka yang selama ini ter-eksklusi menjadi ter-inklusi. Membuat pasar yang selama ini tertutup menjadi terbuka.

Belajar Efektif....Bagaimana Strateginya???

Ditulis oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Belajar dan pembelajaran adalah sesuatu yang sangat penting untuk dipahami, khususnya bagi peserta didik. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang karena interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan pembelajaran merupakan proses interaksi antara manusia dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah lebih baik. Intinya dalam pembelajaran terjadi proses belajar. Agar pembelajaran dapat berjalan efektif maka perlu mencipatikan situasi dan kondisi yang nyaman dan menyenangkan
Belajar terjadi apabila terdapat stimulus yang efektif dari sumber belajar dan respon yang kuat dari diri peserta pembelajar. Respon atau interaksi yang kuat akan dipengaruhi oleh pengalaman dan latihan. Siswa sebagai salah satu unsur peserta pembelajar harus mampu mengetahui dan memahami bagaimana strategi belajar yang efektif. Strategi belajar yang efektif akan membawa dampak positif bagi peserta didik, yakni akan memperoleh prestasi yang memuaskan sehingga akan mempermudah mencapai apa yang akan diinginkan.

Setting Linked Account(Persh. Dagang)

Oleh Winarto, S.Pd. M.Pd.
Linked Account merupakan akun-akun yang saling terhubung, antara akun yang satu dengan akun yang lain. Fungsinya adalah untuk membuat otomatisasi dalam pencatatan, artinya satu akun mengalami perubahan, maka akun yang terkait langsung dengan akun tersebut juga akan mengalami perubahan. Contoh ketika perusahaan menerima piutang, maka akun yang akan berubah adalah akun kas (bertambah0 dan akun piutang (berkurang).
Linked Account ini juga membantu membuat jurnal otomatis untuk setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Untuk dapat menghasilkan jurnal yang tepat, maka dalam membuat Linked Account harus tepat dan teliti. MYOB Accounting Ver 19.6 Plus ini menyediakan 4 kelompok linked account, yaitu: accounts and banking account, sales accounts, purchase accounts dan payroll accounts.
Linked accounts dapat dibuka melalui menu utama. Berikut langkahnya:

Jumat, 18 Januari 2019

Siswa SMK Berbisnis...Mengapa Tidak???

Oleh Winarto, S.Pd.M.Pd.
Mengenalkan bisnis pada peserta didik penting untuk dilakukan, lebih-lebih pada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sudah saatnya generasi penerus bangsa mampu merintis usaha sendiri, tidak menggantungkan pekerjaan pada pihak lain. Ya…melalui bisnis kita dapat mengubah mindset generasi penerus bangsa menjadi generasi yang lebih mandiri, khususnya dalam bidang ekonomi.
Selama ini masih banyak para siswa yang berpendapat bahwa modal usaha menjadi faktor utama untuk bisa memulai sebuah usaha. Padahal, sebenarnya dengan memanfaatkan potensi di sekitar mereka, para siswa sudah bisa memulai bisnis sampingan yang menjanjikan. Bagi Anda yang masih bingung mempersiapkan peluang bisnis siswa yang bisa diangkat dari potensi daerah sekitar, berikut kami informasikan lima poin penting yang perlu Anda perhatikan dari sekarang.

Peran Guru Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan


Tidak ada pendidikan yang berkualitas tanpa hadirnya guru yang berkualitas.  Ungkapan  tersebut  benar  adanya,  mengingat  guru  adalah pemegang  kendali  yang  terbesar  dalam  memberikan  arah  bagi  jalannya proses pembelajaran. Guru berada di garda terdepan pelaksanaan  segala macam  kebijakan  pembangunan  sumber  daya  manusia  melalui pendidikan.  Keberhasilan  proses  pembelajaran  dalam  mencapai  tujuan pendidikan  yang  ditargetkan  dipengaruhi  oleh  beberapa  aspek  seperti murid, guru, kurikulum, manajemen, dan fasilitas pembelajaran.
Guru yang berkualitas akan mampu mengelola pembelajaran sebaik-baiknya dalam rangka  pencapaian  tujuan  walau  dengan  segala  keterbatasan  fasilitas maupun kemampuan peserta didik. Sebaliknya, fasilitas yang bagus dan peserta didik berpotensi besar tidak akan memberikan hasil belajar yang optimal jika guru nya tidak mampu mengelola pembelajaran dengan baik.

Kamis, 17 Januari 2019

Mengelola Biaya Tenaga Kerja (BTK)

Oleh Winarto, S.Pd.M.Pd.
Tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk. Biaya tenaga kerja merupakan harga penggunaan tenga kerja manusia untuk pembuatan suatu produk.
Dalam perusahaan manufaktur,  beban tenaga kerja biasanya dibagi menjadi dua golongan, yaitu gaji dan upah. Gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan  manajer. Sedangkan upah  umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya gaji diberikan secara tetap per bulan, sedangkan upah dibarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja atau jumlah satuan produk yang dihasilka oleah karyawan.

Dalam sistem penggajian melibatkan beberapa fungsi yakni fungsi kepegawaian, fungsi keuangan dan fungsi akuntansi.

Harga Pokok Bahan Baku yang Dipakai

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Bahan baku yang  telah terserap dalam suatu produk disebut dengan harga pokok bahan baku yang dipakai.  Unsur harga pokok bahan baku meliputi persedian bahan baku dan  pembelian bersih bahan baku. Sementara apabila dalam pembelian bahan baku timbul potongan maka potongan tersebut sebagai pengurang harga pokok bahan baku.
Untuk mengetahui harga pokok bahan baku yang dipakai dalam  proses produksi tergantung dari sistem pencatatan dan metode penilaian persediaan barang yang diterapkan oleh perusahaan. Terdapat dua sistem pencatatan yaitu sistem pencatatan secara periodik/phisik dan sistem pencatatan secara permanen/ perpetual.
Sistem Pencatatan secara Periodik.
Jika perusahan menggunakan sistem periodik/phisik (periodic inventory system), maka harga pokok bahan baku yang dipakai dapat diketahui setelah nilai persediaan akhir bahan baku diketahui. Untuk menentukan nilai persediaan tersebut dapat diterapkan metode penilaian : FIFO, LIFO atau metode rata-rata tertimbang.

Selasa, 15 Januari 2019

Menumbuhkan Motivasi Diri

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Orang yang tidak mampu memotivasi diri harus puas dengan kondisi mereka yang biasa-biasa saja. Tidak peduli seberapa mengesankan bakat mereka yang lain. (Andrew Carnegie)
Keberhasilan atau kesuksesan hidup merupakan suatu hal dicita-citakan oleh setiap orang. Satu hal yang sangat penting yang diperlukan untuk mencapai cita-cita tersebut, yakni motivasi diri. Intinya Motivasi diri dapat menumbuhkan semangat atau gairah dalam mencapai tujuan hidup. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita. Masalah yang timbul adalah, bagaimana menumbuhkan motivasi dalam diri, sehingga kita memiliki gairah atau semangat dalam menjalani kehidupan kita? Berikut terdapat beberapa tips menarik:
#1. Nikmati setiap proses kehidupan

Biaya Bahan Baku

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Bahan baku merupakan bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dari produk jadi. Biaya bahan baku (raw material cost) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan baku yang dipakai dalam proses produksi.
Bukti Transaksi Bahan Baku
Bukti transaksi adalah bukti  rekaman tertulis yang menjelaskan terjadinya suatu transaksi antar bagian dalam perusahaan maupun perusahaan dengan pihak eksternal. Setiap pencatatan dalam jurnal harus berdasarkan pada bukti-bukti transaksi. Pada dasarnya dalam perusahaan manufaktur butki transaski dibedakan dalam dua golongan, yakni :
Bukti Intern, yakni bukti-bukti tansaksi yang dibuat oleh pihak perusahaan. Contoh bukti intern adalah :
  • Permintaan Pembelian
  • Order Pembelian
  • Permintaan bahan
  • Kuitansi
  • Nota (Penjualan)
  • Order Penjualan
  • Faktur (penjualan)
  • Faktur Pajak (penjualan)
  • Nota retur, dll

Senin, 14 Januari 2019

Akuntansi Biaya & Jenis Jenis Biaya

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd
Sebelum memahami tentang akuntansi biaya, kita terlebih dahulu harus memahami tentang perusahaan industri atau manufaktur. Mengapa demikian, karena akuntansi biaya sangat berkaitan atau bahkan berada pada perusahaan industri. Perusahaan industri, pada dasarnya adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memproses bahan baku 9raw material) menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi disebut proses produksi. Dalam pengolahan ini diperlukan biaya-biaya yang disebut dengan biaya produksi. Biaya produksi ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya-biaya lain yang terjadi di pabrik yang disebut dengan biaya overhead pabrik. Biaya-biaya yang terjadi tersebut perlu dikumpulkan untuk menentukan harga pokok produksi melalui proses akuntansi yang disebut akuntansi biaya.
Dari gambaran tersebut di atas maka, akuntansi biaya adalah suatu proses pencatatan, pengolongan, peringkasan serta penyajian atas biaya pembuatan (produksi) dan penjualan produk atau jasa dengan menggunakan cara tertentu serta penafsirannya. Penyelenggaraan akuntansi biaya adalah untuk menentukan harga pokok produk, mengendalikan biaya, dan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan. 

Jumat, 11 Januari 2019

Cerdas Mengelola Keuangan...Bagaimana Strateginya??

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Pengelolaan keuangan merupakan suatu hal yang sangat vital, baik secara individual ataupun non individual (keluarga atau organisasi). Keuangan dapat diibaratkan sebagai jantungnya ekonomi rumah tangga, sehingga agar dapat bekerja secara stabil dalam memompa dana maka perlu pengelolaan secara tepat. Keuangan yang sehat sudah barang tentu akan berpengaruh pada eksistensi kehidupan dalam rumah tangga. Seperti apakah pengelolaan keuangan yang sehat itu? Keuangan yang sehat adalah keuangan yang dikelola sesuai dengan porsinya, yang didasarkan pada skala prioritas. Keuangan yang dibelanjakan dengan dasar kebutuhan, bukan pada keinginan. Sehingga dapat dikatakan bahwa sehanya keuangan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya penghasilan yang diterima oleh seseorang, tetapi lebih pada bagaimana seseorang, mampu mengelola secara tepat.Faktor utama yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar pengelolaan keuangan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Mengenal Unsur-Unsur Karakter Manusia

Oleh Winarto, S.Pd. M.Pd.
Karakter merupakan salah satu pentu keberhasilan dan kesuksesan seseorang. Oleh karena itu pembentukan karakter mutlak diperlukan sejak dini. Betapapun seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi, apabila karakteranya rendah maka, akan menjadi tidak bermakan. Lalu…unsur-unsur apa saja yang membentuk karakter manusia tersebut.  Secara psikologis dan sosiologis, terdapat beberapa unsur yang membentuk karakter manusia. Berikut ini unsur-unsur yang membentuk karakter manusia:
1. Sikap (attitude)
Sikap merupakan bagian dari karakter manusia, bahkan dapat dikatakan sebagai cerminan karakter seseorang. Harrel (Mu’in, 2013: 168) mengatakan bahwa “attitudes is everything”. Sikap adalah segalanya. Ia mengatakan bahwa sikap merupakan cara berfikir atau merasakan dalam kaitannya dengan sejumlah persoalan. Dengan mempelajari sikap, maka akan membantu kita dalam memahami proses kesadaran yang menentukan tindakan nyata dan tindakan yang mungkin dilakukan individu dalam kehidupan sosialnya. Oskamp (Mu’in, 2013: 170) menyatakan bahwa: “sikap terbentuk karena dua aspek pokok, yakni pertama, peristiwa yang memberikan kesan kuat pada individu (salient incident), yakni peristiwa traumatik yang mengubah secara dratis kehidupan individu. Kedua, munculnya objek secara berulang-ulang (repeated exposure.)”

Penilaian Persediaan dengan Metode Nilai Pengganti

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Metode ini sering disebut metode COMWIL (Cost or Market Whichever is Lower), atau metode harga terendah antara harga pasar dengan harga pokok. Umumnya persediaan dinilai dan dilaporkan  di neraca sebesar harga pokoknya (cost). Bila pada akhir periode terjadi kecenderungan harga turun, maka dapat saja persediaan akhir dinilai dengan harga terendah antara harga pasar atau harga pokok. Harga pasar adalah harga untuk mengganti barang yang bersangkutan pada tanggap persediaan. Perhatikan contoh berikut ini:
Misalnya  persedian  barang  PD.  MEKAR  ABADI  pada  31  Desember  2017, sebanyak  30.000  kg.  Dengan  total  harga  beli  Rp  60.000.000,00  harga pasar yang sama pada tanggal 31 Desember  2017, Rp 2.200,00 tiap kg. Dengan  demikian  nilai  persediaan  pada  31 Desember  2017  adalah  sebagai berikut:
o   Nilai persediaan menurut harga beli                                        = Rp 66.000.000,00
o   Nilai persediaan menurut harga pasar, 30.000 x Rp 2.000,00   = Rp 60.000.000,00
Dari data di atas terlihat bahwa harga terendah dari kedua tersebut adalah harga pasar yaitu sebesar Rp 60.000.000,00 sehingga nilai persediaan yang dilaporkan dalam neraca adalah sebesar Rp  60.000.000,00

Kamis, 10 Januari 2019

Penilaian Persediaan (Met. Taksiran)

Oleh: Winarto, S.Pd. M.Pd.
Penetapan harga pokok persediaan dengan metode cost mengharuskan perusahaan untuk mengadakan perhitungan secara pisik atas persediaan, umumnya memerlukan waktu lama dan biaya yang besar . Perhitungan fisik persediaan barang dagangan memerlukan biaya yang mahal, sementara kebutuhan manajemen harus dilaksanakan. Untuk mengantisipasinya maka dibutuhkan metode lain yang dapat membantu untuk memperoleh harga pokok persediaan barang dagangan sesuai dengan skedul kebutuhan manajemen tanpa harus melakukan perhitungan fisik persediaan barang dagangan secara langsung bagi perusahaan yang menggunakan system periodic
Pada perusahaan tertentu seperti Toserba atau swalayan, metode perhitungan secara fisik  dirasa kurang praktis atau tidak efisien. Untuk itu diperlukan metode lain, yakni metode taksiran, khususnya dalam penilaian persediaan pada laporan intern. Pada metode taksiran ini dapat  digunakan dua cara yakni  Metode Eceran dan Metode Laba kotor. 

Menumbuhkan Motivasi Dalam Belajar

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Pembelajaran adalah suatu proses untuk mengetahui, memahami dan menguasai tentang suatu hal. Untuk mencapai hal tersebut tentunya dibutuhkan suatu strategi yang tepat, sehingga apa yang dipelajari atau apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sebagai seorang pelajar sudah semestinya harus menetapkan tujuan dan target pembelajaran yang harus dicapai atau diraih. Sehingga dalam setiap kegiatan atau tindakan yang dilakukan terdapat acuan atau tolok ukur yang jelas. Bagaimana dengan diri Anda sebagai pelajar, sudahkah Anda menetapkan target dan tujuan yang harus diraih dalam pembelajaran?

Pembelajaran yang berhasil salah satu indikatornya adalah peserta ajar mampu mengetahui, memahami dan menguasai tentang materi yang dipelajari secara penuh, tuntas dan menyeluruh.  Namun dalam kenyataannya, kondisi tersebut belum banyak dicapai oleh para pelajar pada umumnya. Dalam proses

Rabu, 09 Januari 2019

Mengenal Makna Budaya Belajar

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Pemahaman budaya belajar tidak terlepas dari cara memaknai budaya dan belajar itu sendiri. Pada dasarnya budaya sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang dalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan pengertian belajar dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang teori. Intinya belajar adalah suatu kegiatan  atau tindakan yang menimbulkan berbagai perubahan pada diri seseorang. Belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, sehingga dalam diri individu seseorang mengalami perubahan baik pada ranah kognitif, psikomotorik maupun afektif. Dari pengertian dikatakan bahwa budaya belajar merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam melakukan kegiatan belajar yang didasarkan pada nilai dan norma tertentu untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Budaya belajar mencerminkan mengenai diri seseorang dalam melakukan proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk memahami makna budaya belajar, tidak terlepas dari makna budaya itu sendiri. Beberapa pakar telah mendefinisikan tentang budaya. Saifer et. all (2011: 9) memberikan definisi tentang budaya sebagai berikut: