Minggu, 03 Maret 2024

Cash Basis & Accrual Basis

Oleh: Winarto

Cash basis dan accrual basis adalah dua pendekatan berbeda dalam akuntansi untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dalam perusahaan. Keduanya memiliki pendekatan yang berbeda terhadap waktu pencatatan transaksi. apa saja yang menjadi perbedaan mendasar dari kedua pendekatan tersebut? Berikut ini penjelasan secara sederhana.

Pendekatan Cash Basis:

Perusahaan yang menggunakan pendekatan ini mencatat data transaksi hanya ketika perusahaan telah benar-benar menerima uang atau mengeluarkan uang. Artinya perusahaan tidak akan mencatat data transaksi meskipun transaksi telah terjadi namun uang belum diterima atau dikeluarkan. Contoh sederhana transaksi penjualan dan pembelian secara Kredit.

Pencatatan pendapatan: Hanya akan dicatat pada saat uang tunai diterima oleh perusahaan. Misalnya, Perusahaan menjual barang dagangannya senilai Rp 3.400.000,-  pada tanggal 3 Januari 2024, tetapi pembayarannya baru diterima pada tanggal 5 Februari 2024. Bagaimana pencatatan dengan pendekatan cash basis? Transaksi tanggal 3 Januari 2024 belum dicatat, Pendapatan baru akan dicatat pada tanggal 5 Februari 2024.

Sebaliknya Pencatatan pengeluaran perusahaan  hanya akan dicatat pada saat uang tunai benar-benar dikeluarkan oleh perusahaan. Misalnya, Perusahaan membeli bahan baku senilai Rp 7.500.000,- pada tanggal 10 Januari 2024, tetapi pembayarannya baru dilakukan pada tanggal 15 Februari 2024. Maka, pengeluaran baru dicatat pada tanggal 15 Februari 2024.

Pendekatan ini memiliki kelebihan, yaitu : Lebih sederhana dan mudah diterapkan, terutama untuk bisnis kecil. Namun kekurangannya adalah : Laba rugi bisa fluktuatif dan tidak mencerminkan keseluruhan kinerja bisnis, karena hanya memperhitungkan transaksi yang sudah menghasilkan atau mengeluarkan uang.

Pendekatan Accrual Basis:

Pendekatan ini merupakan pendektan pencatatan dimana perusahaan akan mencatat data trasnaksi ketika transaksi tersebut telah terjadi, tanpa memandang apakah uangnya telah diterima atau dikeluarkan oleh perusahaan. Sebagai contoh untuk mencatat penerimaan uang atau Pencatatan pendapatan: Dicatat saat transaksi terjadi, terlepas dari apakah uangnya sudah diterima atau belum. Contohnya, Perusahaan menjual barang dagangan senilai Rp 6.100.000,-  pada tanggal 3 Maret 2024 dengan syarat 5/10 n/30. Dari dataa tersebut, maka pendapatan akan dicatat pada tanggal 3 Maret 2024, meskipun pembayarannya baru diterima pada bulan berikutnya.

Sementara itu untuk mencatat pengeluaran konsepnya sama dengan pendapatan. Pengeluaran perusahaan akan dicatat saat kewajiban tersebut timbul, terlepas dari apakah uangnya sudah dibayarkan atau belum. Contohnya, Perusahaan membeli bahan baku senilai Rp 5.450.000,- pada tanggal 12 Maret 2024 dengan syarat 6/10, n/60.Dari data tersebut, maka transaksi akan dicatat pada tanggal 12 Maret 2024, meskipun pembayarannya baru dilakukan pada bulan berikutnya.

Dari pendekatan accrual basis ini terdapat kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah : pendekatan ini dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kinerja keuangan bisnis secara keseluruhan, karena memperhitungkan semua transaksi yang terjadi, tidak hanya yang sudah menghasilkan atau mengeluarkan uang. Sedangkan kekurangannya adalah : pencatatan akan Lebih kompleks dan membutuhkan pencatatan tambahan untuk pendapatan yang belum diterima (accrued revenue) dan pengeluaran yang belum dibayarkan (accrued expenses).

Kesimpulan:

Secara umum perbedaan pendekatan pencatatan antara cash basis dengan accrual basis adalah seperti berikut ini:

ASPEK

CASH BASIS

ACCRUAL BASIS

1.     Waktu pencatatan

Saat kas diterima/dikeluarkan

Saat transaksi terjadi

2.     Fokus

Arus kas actual

Kinerja keuangan keseluruhan

3.     Kompleksitas

Sederhana

Kompleks

4.     Akurasi

Kurang akurat

Lebih akurat

Pendekatan yang dipilih oleh perusahaan, cash basis atau accrual basis, akan berdampak pada bagaimana perusahaan mencatat keuangan dan melihat kinerja bisnisyang telah terjadi. Cash basis lebih sederhana, tetapi kurang informatif. Sementara itu Accrual basis lebih kompleks, tetapi memberikan gambaran yang lebih akurat. Pemilihan metode ini sebaiknya didiskusikan dengan konsultan keuangan atau akuntan untuk disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis perusahaan yang dijalankan.

Selamat belajar.!! Semoga Sukses Selalu!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar