Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Kamis, 01 Juli 2021

Pendidikan Kejuruan di Era 4.0

Oleh: Winarto

Salah satu misi dari pendidikan kejuruan adalah menghasilkan lulusan atau output yang kompeten, mampu dan siap bekerja sesuai dengan tuntutan jaman dan sesuai dengan bidang keahlian yang dipilihnya. Lebih-lebih di eara 4.0 seperti sekarang ini, pendidikan kejuruan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Salah satunya adalah lulusan yang dihasilkan harus mampu mengoptimalkan kompetensinya berbasis digital sesuai dengan bidangnya. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan suatu perencanaan yang jelas dan tegas terhadap pendidikan kejuruan itu sendiri. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar pendidikan kejuruan mampu menghasilkan mutu lulusan yang unggul, sesuai dengan tuntutan jaman.

1.   Mutu Guru harus selalu diupdate. Tidak dapat dipungkiri, guru atau tenaga pendidik adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan dan pembelajaran. Untuk itu guru harus bermutu dan layak sebagai tenaga yang menyiapkan generasi yang kompeten. Empat kompetensi guru, yakni kompetensi pedagogic, kompetensi social, kompetensi kepribadian dan Kompetensi Profesional harus selalu ditingkatkan dan diupdate. Sebagai guru tidak boleh berhenti untuk belajar dan berlatih, karena ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus.

2.   Proses Pembelajaran Berbasis Digital. Salah satu ciri dari Era 4.0 adalah setiap pekerjaan akan berkaitan dengan internet dan menggunakan perangkat yang berbasis digital. Demikian halnya dalam proses pembelajaran, sekolah sudah seharusnya mengonsep system pembelajaran yang menggunakan teknologi digital, yang memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menyerap materi yang dipelajari. Sekali lagi untuk keberhasilan ini guru harus melek teknologi agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

3.   Sarana Praktik Siswa harus sesuai dengan tuntutan DUDIKA. Sarana praktek atau bengkel praktek yang digunakan sebagai sarana pembelajaran siswa harus terstandar dengan suasana dan bengkel yang ada di DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja). Bengkel yang jadul sudah selayaknya ditinggalkan. Sementara itu prosedur kerja yang d bengkel juga harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Harapanya siswa ketika lulus akan selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dan kompeten di bidangnya.

4.   Kurikulum Big Data dan Internet of Things.  Big data adalah istilah yang menggambarkan volume besar data – baik terstruktur maupun tidak terstruktur – yang membanjiri  dalam kehidupn kita sehari-hari. Analisa big data menampung berbagai data yang masuk dari perangkat siswa, guru dan sekolah dengan jumlah yang sangat besar. Data ini nantinya secara otomatis akan langsung dianalisa hingga dapat memberikan solusi yang terbaik bagi siswa, guru dan sekolah untuk proses pembelajaran selanjutnya  Sedangkan Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang menggunakan internet sebagai sarana dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Internet of Things akan menghubungkan semua perangkat siswa, guru, stakeholder, maupun peralatan lainnya dalam lingkungan sekolah. Dalam kondisi tersebut, maka sekolah atau pendidikan kejuruan harus mampu melihat peluang dan tantangan yang ada terhadap kondi yang sedang atau terjadi di masa-masa mendatang. Kurikulum yang diberikan harus mampu membekali peserta didik untuk siap dengan berbagai kemungkinan yang terjadi di masa-masa mendatang.

5.   Program Teaching Factory. Teaching factory merupakan sebuah konsep pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan di dunia industri baik di masa saat ini dan ataupun masa yang akan datang. Model pembelajaran ini memiliki membawa suasana industri ke sekolah sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas sesuai dengan yang dibutuhkan pasar.

Melalui berbagai point penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pendidikan kejuruan, seperti tersebut di atas, diharapkan dapat  membantu mengurai permasalahan pengangguran yang sedang terjadi, yang konon didominasi oleh lulusan SMK. Perlu kesiapan dan keseriusan dari berbagai pihak yang terkait, khususnya guru dan kepala sekolah untuk mengembangkan pendidikan kejuruan yang lebih bermakna bagi kemajuan bangsa.

Semoga bermanfaat….!!!!!

Related Post:

  1. Penilaian Autentik
  2. Penilaian Sumatif & Formatif
  3. Restisusi Dalam Pembelajaran
  4. PKL SMK
  5. Meningkatkan Kosentrasi Belajar 
  6. Desain Pembelajaran berorientasi HOTS
  7. Titik Point Revitalisasi SMK
  8. Menumbuhkan Motivasi Diri 
  9. Konsep Dasar Pendidikan SMK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Tantangan Bisnis di Era Modern

Oleh: Winarto Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang untuk menghasilkan keuntungan dengan cara menyedi...