- Bekerja: Memiliki kompetensi teknis sesuai standar industri.
- Melanjutkan: Memiliki dasar akademik untuk masuk ke Perguruan Tinggi/Politeknik.
- Wirausaha: Memiliki kemandirian dan jiwa entrepreneurship.
- Analisis Kebutuhan Pasar: Memetakan jenis pekerjaan apa yang paling dicari 3-5 tahun ke depan.
- Penyelarasan (Sinkronisasi): Memasukkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam struktur mata pelajaran.
- Evaluasi Bersama: Melakukan tinjauan berkala setiap tahun bersama mitra industri untuk melihat apakah ada materi yang perlu diganti atau ditambah.
- Holistik: Melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
- Kontekstual: Masalah yang diangkat harus relevan dengan lingkungan sekolah atau industri sekitar.
- Berpusat pada Peserta Didik: Siswa yang aktif menentukan alur proyek, guru hanya sebagai fasilitator.
- Eksploratif: Memberi ruang bagi siswa untuk mencoba hal baru tanpa takut salah.
|
Tahap |
Aktivitas Utama |
|
Analisis
Konteks |
Memetakan rapor
pendidikan, potensi daerah, dan kebutuhan industri sekitar. |
|
Visi & Misi |
Menentukan
profil lulusan seperti apa yang ingin diciptakan sekolah. |
|
Struktur Kurikulum |
Menyusun
sebaran jam pelajaran (JPL) per semester. |
|
Sinkronisasi |
Duduk bersama
industri untuk "menjahit" materi sesuai SOP mereka. |
|
Finalisasi |
Penjilidan
Dokumen KSP (Buku 1, 2, dan 3) dan pengesahan oleh Dinas. |
- Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK): Menyusun SK Tim yang terdiri dari Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Ketua Konsentrasi Keahlian (Kakomli), Guru Senior, dan perwakilan Komite Sekolah.
- Review Regulasi: Mengumpulkan landasan hukum terbaru (Permendikbudristek tentang Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran/CP, dan Standar Isi).
- Analisis SWOT: Memetakan Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman sekolah.
- Analisis Kebutuhan Industri: Melakukan survei atau pertemuan dengan mitra industri untuk mengetahui skill apa yang sedang dibutuhkan pasar kerja saat ini.
- Analisis Sumber Daya: Mengecek kesiapan sarana prasarana (bengkel/lab) dan kualifikasi guru.
- Workshop Sinkronisasi: Mengundang praktisi industri untuk duduk bersama guru produktif.
- Penyelarasan CP (Capaian Pembelajaran): Membedah CP dari pemerintah dan menyisipkan kompetensi spesifik yang diminta industri ke dalam Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
- Penyusunan Program PKL: Menyepakati durasi, penempatan, dan jurnal kegiatan Praktik Kerja Lapangan.
- Visi, Misi, dan Tujuan: Harus mencerminkan profil lulusan SMK (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha/BMW).
- Pengorganisasian Pembelajaran: Menentukan beban belajar, jadwal blok (jika menggunakan), dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
- Rencana Pembelajaran: Mencakup ATP dan modul ajar (secara sampling).
- Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional: Strategi supervisi kelas dan peningkatan kompetensi guru.
- Review Internal: Presentasi draf kurikulum di depan dewan guru dan komite.
- Validasi Pengawas: Meminta verifikasi dan validasi dari Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi.
- Legalisasi: Penandatanganan dokumen oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite, dan pengesahan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.
|
No |
Tahapan |
Output Utama |
|
1 |
Persiapan |
SK Tim
Pengembang Kurikulum (TPK) |
|
2 |
Analisis |
Dokumen
Analisis Karakteristik Sekolah |
|
3 |
Sinkronisasi |
Berita Acara
Penyelarasan Kurikulum dengan Industri |
|
4 |
Drafting |
Dokumen
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) |
|
5 |
Legalitas |
Lembar
Pengesahan dari Dinas Pendidikan |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar