Permintaan Pembelian atau Purchase Requisition (PR) adalah dokumen internal yang digunakan oleh suatu bagian/departemen dalam perusahaan untuk meminta bagian Pembelian (Purchasing) agar melakukan pengadaan barang atau jasa. Berbeda dengan Purchase Order (PO) yang dikirim ke pihak luar (pemasok), PR hanya beredar di internal perusahaan sebagai bentuk kendali stok dan anggaran.
Prosedur Permintaan Pembelian
Prosedur ini memastikan bahwa setiap pembelian dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata dan telah disetujui oleh pihak berwenang. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:
- Identitas Kebutuhan: Bagian tertentu (misalnya bagian produksi atau gudang) menyadari bahwa stok barang hampir habis atau ada kebutuhan barang baru.
- Pengisian Formulir PR: Pemohon mengisi formulir yang berisi rincian barang, jumlah, spesifikasi teknis, dan tanggal kapan barang tersebut dibutuhkan.
- Verifikasi Stok (Cek Gudang): Bagian gudang memeriksa apakah barang yang diminta benar-benar tidak tersedia atau sudah mencapai titik minimum stok (reorder point).
- Persetujuan (Approval): Atasan dari departemen pemohon atau manajer terkait menandatangani PR tersebut sebagai bentuk validasi bahwa pembelian tersebut masuk dalam anggaran.
- Penyerahan ke Bagian Pembelian: PR yang telah disetujui diteruskan ke bagian Purchasing untuk dicarikan pemasok dan diterbitkan menjadi Purchase Order (PO).
Bagian yang Terlibat Dalam Permintaan Pembelian
Dalam siklus Purchase Requisition (PR), biasanya terdapat tiga pihak utama yang berinteraksi:
- Bagian Pemohon (User Department): Pihak yang membutuhkan barang (contoh: Bagian Produksi, Bagian Umum/HRD, atau Bagian Pemasaran). Mereka yang menginisiasi permintaan.
- Bagian Gudang (Warehouse): Bertugas memvalidasi ketersediaan stok fisik di lapangan agar tidak terjadi pembelian barang yang sebenarnya masih ada (overstock).
- Bagian Pembelian (Purchasing): Pihak yang menerima PR, melakukan riset harga ke berbagai vendor, dan memprosesnya menjadi pesanan resmi (PO).
- Bagian Keuangan/Akuntansi: Dalam beberapa perusahaan, mereka terlibat untuk memastikan permintaan tersebut sesuai dengan budget (anggaran) yang tersedia.
Sebagai contoh berikut ini diberikan contoh kasus sederhana:
Pada tanggal 5 Desember 2025, bagian Gudang UD Cipta Mandiri melakukan permintaan pembelian barang dagangan pada bagian pembelian. Nomor Bukti PR12-01. Berikut ini daftar barang dagangan yang diminta:
|
KODE |
NAMA BARANG |
UNIT |
|
KD560 |
Kintakun Deluxe Bedcover |
25 |
|
LP720 |
Lady Rose Premium Bedcover |
30 |
|
MK640 |
My Love King Bedcover |
26 |
Dari data tersebut entrylah dalam Aplikasi Accurate!
Pembahasan
1. Melalui Menu Penjelajah pilihlah Pembelian, selanjunya pilih sub Menu Permintaan Pembelian
Transaksi Permintaan Pembelian merupakan transaksi Internal Perusahaan, sehingga belum berpengaruh pada Pencatatan Jurnal
Semoga Bermanfaat!!!
Related Post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar