Penjualan kredit adalah transaksi penyerahan barang dagangan kepada pelanggan di mana pembayarannya tidak diterima saat itu juga, melainkan di masa mendatang sesuai jangka waktu yang disepakati (termin). Poin Penting yang harus diperhatikan pada penjualan kredit ini adalah:
- Munculnya Piutang: Transaksi ini mengubah persediaan barang menjadi Piutang Dagang (Accounts Receivable), bukan kas.
- Bukti Transaksi: Selalu ingatkan siswa bahwa dokumen sumbernya adalah Faktur (Invoice). Jika mereka melihat "Faktur" dalam soal, itu hampir dipastikan transaksi kredit.
- Syarat Pembayaran (Termin): Penggunaan kode seperti 2/10, n/30. Ini adalah cara penjual merayu pembeli agar membayar lebih cepat.
- Pajak (PPN): Meskipun uangnya belum diterima, perusahaan wajib memungut PPN Keluaran 11% saat faktur diterbitkan.
Logika Jurnal (Sistem Perpetual):
Sisi Piutang: Piutang Dagang (D), Penjualan (K), PPN Keluaran (K).
Sisi Barang: Harga Pokok Penjualan (D), Persediaan Barang Dagangan (K).
Selanjutnya dalam transaksi penjualan biasanya muncul Beban Angkut Penjualan (Freight-Out). Beban angkut penjualan adalah ongkos kirim barang dari gudang penjual sampai ke tempat pembeli. Kuncinya ada pada Syarat Penyerahan Barang. Terdapat dua jenis syarat penyerahan barang, yaitu :
- FOB Destination (Pranko Gudang Pembeli). Siapa yang bayar? Penjual. Kapan hak berpindah? Saat barang sampai di gudang pembeli. Status di Jurnal: Dicatat sebagai Beban Angkut Penjualan (Operating Expense). Beban ini tidak menambah nilai persediaan, melainkan masuk ke kelompok beban operasional di Laporan Laba Rugi.
- FOB Shipping Point (Pranko Gudang Penjual). Siapa yang bayar? Pembeli. Kapan hak berpindah? Saat barang keluar dari gudang penjual (di atas kapal/truk). Status bagi Penjual: Penjual tidak mencatat beban angkut sama sekali karena itu urusan pembeli.
Contoh soal:
Tanggal 10 Mei 2026, PT Mandiri Jaya menjual barang dagangan kepada Toko Amanah senilai Rp 80.000.000,- syarat 3/10, n/30. Bukti FMJ05-3. Asumsi Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar 70% dari Harga jual. Syarat pengiriman adalah FOB Destination, di mana PT Mandiri Jaya membayar biaya angkut sebesar Rp1.500.000 secara tunai. Harga belum termasuk PPN 11%. Dari data tersebut buat analisis data transaksi, perhitungan dan jurnal yang dibutuhkan!
Jawab:
Analisis Perhitungan:
- Penjualan (DPP): Rp80.000.000
- PPN Keluaran = 11% x Rp 80.000.000 = Rp 8.800.000,-
- Total Piutang Dagang: Rp 80.000.000 + Rp 8.800.000 = Rp 88.800.000,-
- HPP = 70% x Rp 80.000.000,- = Rp 56.000.000,-
- Beban angkut penjualan Rp 1.500.000,- dibebankan sebagai Biaya Operasional.
Jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
|
TGL |
Bukti |
Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
10
Mei 26 |
FMJ05-3 |
Piutang
Dagang PPN Keluaran Penjualan |
|
88.800.000 - - |
- 8.800.000 80.000.000 |
|
|
|
Harga
Pokok Penjualan Persd. Barang Dagangan |
|
56.000.000 - |
- 56.000.000 |
|
|
|
Beban
Angkut Penjualan Kas |
|
1.500.000 - |
- 1.500.000 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar