Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Rabu, 27 November 2019

Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS


Pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS, peran guru tidak banyak menerangkan, sebaliknya guru banyak melakukan stimulasi pertanyaan untuk mendorong memunculkanya pikiran-pikiran orsinil  peserta didik, pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup: 
1.     Pertanyaan untuk memfokuskan perhatian atau kajian untuk diperdalam.
2.   Pertanyaan  untuk  mendorong  peserta  didik  berpikir  menemukan  alasan  atau mengambil posisi pendapat.
3.    Pertanyaan untuk mengklarifikasi suatu konsep dengan arah bisa merumuskan definisi yang jelas lewat memperbandingkan, menghubungkan dan mencari perbedaan atas konsep-konsep yang ada.
4.   Pertanyaan  untuk  mendorong  munculnya  gagasan-gagasan  yang  kreatif  dan alternative lewat imajinasi.
5.   Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mencari data dan fakta pendukung serta bukti-bukti untuk mengambil keputusan atau posisi.
6.   Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mengembangkan pikiran lebih jauh dan lebih mendalam, dengan mencoba mengaplikasikan sesuatu informasi pada berbagai kasus dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga memiliki lebih banyak argumentasi. 
7.     Pertanyaan  untuk mengembangkan  kemampuan mengaplikasikan  aturan  atau  teori yang lebih umum pada kasus yang tengah dikaji.

Dalam  praktik  pembelajaran  yang berorientasi  pada keterampilan  berpikir  ingkat tinggi atau HOTS, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diklasifikasikan kedalam empat macam pertanyaan  yang  menjadi  sarana  penting  bagi  guru  untuk  melaksanakan  pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Pertanyaan tersebut adalah:
#1.  Pertanyaan Inferensial.
Pertanyaan  yang  segera  dijawab  setelah  peserta  didik  melakukan  pengamatan maupun pengkajian atas bahan yang diberikan oleh guru. Bahan informasi tersebut bisa berupa potret, gambar, tulisan singkat, sanjak, berita, dan sebagainya. Pertanyaan ini bertujuan mengungkap apa yang dilihat atau didapati dan apa yang difahami oleh peserta  didik  setelah  mengamati  atau  membaca  bahan  yang  disajikan  oleh  guru.
Seperti: 
1.   Apa yang saudara temukan ? 
2.   Apa yang saudara ketahui dengan … Ini? 
3.   Bagaimana pendapat saudara? 
4.   Adakah saudara menemukan kelebihan atau kelemahan apa yang saudara baca?
5.   Bagaimana sikap saudara dengan makna yang saudara peroleh …
Pertanyaan inferensial ini mencakup pula pertanyaan:
1.     Membangkitkan perhatian atau minat, contohnya, Siapakah orang paling hebat  di Indonsia? Bagaimana proses kehidupannya?
2.     Diagnose atau checking, contohnya, Apa yang saudara ketahui dengan  korupsi?
3.     Mengingat  spesifik  informasi  dari  suatu  peristiwa,  contohnya,  Kapan  terjadi tsunami di aceh? Berapa kurban nyawa akibat gempa tersebut?
4.     Manajerial, contohnya, Bagaimana cara menegakan disiplin di sekolah?

#2.  Pertanyaan pertanyaan interpretasi. 
Pertanyaan interpretasi diajukan pada peserta didik berkaitan dengan informasi yang tidak lengkap, atau tidak ada dalam bahan yang disajikan oleh guru, dan para  peserta didik mesti bisa memberikan makna. Pertanyaan ini ditujukan agar para peserta didik bisa  memberikan  makna  suatu  konsekwensi  dari  suatu  gejala  atau  sebab  yang  ada.
Seperti,  Mengapa  saudara  memiliki  pendapat  itu?,  Apa  penyebab  kegagalan  dari
upaya untuk ...? Apa penyebab banjir besar hang   terjadi di …?
Pertanyaan interptretasi mencakup pula, 
1.  Mendorong  proses  berpikir,  contohnya,  Apa  yang  saudara  ketahui  dengan vandalisme? Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya?
2.     Struktur dan mengarahkan learning, contohnya, Ada beberapa bentuk  korupsi: terpaksa,    tamak,  dan  dirancang  secara  berjamaah?  Bentuk  mana  yang  paling berbahaya?
3.    Membangkitkan sikap emosi, contohnya, Bagaimana seandainya saudara menjadi orang  miskin  yang  ditolak  berobat  di  rumah  sakit,  karena  tidak  mampu membayar?
4.  Mendalami masalah, contohnya, Apa kesimpulan sauadara setelah melihat film tersebut? Bagaimana dengan karakter pemainnya?
5.    Interpretasi, apa akibat yang terjadi, contohnya, Setelah membaca trilogi Andra Herata, kira-kira apa novel keempat?

#3.  Pertanyaan pertanyaan transfer. 
Apabila  dua  macam  pertanyaan  sebelumnya  merupakan  upaya  untuk  mendalami masalah  atau  hakekat  sesuatu,  pertanyaan  transfer  merupakan  upaya  untuk memperluas  wawasan  atau  bersifat  horizontal.  Seperti:  Apakah  perbedaan  teori  … dengan teori …? Bisakah saudara menjelaskan lebih detail jawaban saudara? Apabila didetailkan ada berapa macam gagasan saudara ini? Bagaimana, apabila jawaban saudara dipisah antara yang negatif dan positif? 
Pertanyaan transfer  mencakup pula,  Mengaplikasikan ilmu pada kasus yang lain. Bagaimana kalau teori ini diterapkan pada kasus …? Apakah mungkin apabila  hal tsb dilaksanakan di …? Adakah kemungkinan lain dari upaya untuk …?
Pertanyaan  pertanyaan  hipotetik  (Pertanyaan  tentang  hipotesis,  generalisasi,  dan kesimpulan). 
Pertanyaan hipotesis memiliki arah untuk mendorong peserta didik melakukan prediksi atau  peramalan  dari  sesuatu  permasalahan  yang  dihadapi  dan/atau  mengambil kesimpulan  untuk  generalisasi.  Sudah  barang  tentu  hipotesis  dan  kesimpulan  ini merupakan hasil pemahaman permasalahan ditambah data atau informasi yang telah dimiliki  dan/atau  data  yang  sengaja  telah  diperoleh  karena  untuk  mengkaji permasalahan tersebut  lebih jauh. Seperti, 
1.     Apa yang terjadi manakala cuaca panas dingin berubah cepat silih berganti? 
2.    Bagaimana hasilnya kalua orang tidur diatas banyak paku dan bagaimana pula kalau tidur diatas  dua atau tiga paku? 
3.     Bagaimana  seandainya,  kebijakan  kendaraan  genap  ganjil  yang  dijalankan  di Jakarta  dilaksanakan  di  kota  saudara.Adaah  yang  perlu  direvisi  atau dikembangkan? 
4.  Bagaimanakah  kalau  suporter  yang  melakukan  kekerasan  kesebelasannya dibekukan dilarang bertanding?
Pertanyaan Hipotetik mencakup pula,
1.     Pertanyaan    mempertanyakan  sebab  akibat,  contohnya,  apa  yang  akan  terjadi apabila minyak bumi habis?
2.   Pertanyaan  reflektif,  mempertanyakan  kebenaran,  contohnya,  bagaimana saudara tahu kalau yang disajikan di tayangan infonet itu benar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Mengenal Penghambat Kesuksesan

Oleh: Winarto. Keberhasilan atau kesuksesan merupakan dambaan bagi setiap orang. Namun untuk menjadi sukses, tidak semudah membalikkan ...