Kurikulum SMK adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi kejuruan tertentu. Dapat diartikan juga bahwa Kurikulum SMK merupakan "Sebuah peta jalan (roadmap) yang dirancang untuk menjembatani siswa yang awalnya tidak tahu apa-apa (atau hanya memiliki minat dasar), menjadi individu yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi untuk mengisi kebutuhan dunia kerja saat ini, maupun beradaptasi dengan pekerjaan di masa depan.
Real Time
Selasa, 16 Juni 2026
Minggu, 14 Juni 2026
Membangun Karakter dan Budaya di Sekolah
Pembentukan karakter dan budaya di sekolah adalah dua proses yang saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. Jika sekolah hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), maka sekolah tersebut gagal dalam menyiapkan manusia yang utuh. Sekolah juga harus berfungsi sebagai tempat transfer nilai (transfer of values). Berikut adalah penjelasan komprehensif mengenai bagaimana karakter dan budaya dibentuk di lingkungan sekolah:
1. Pembentukan Karakter di Sekolah
Karakter adalah nilai-nilai dasar yang berasal dari pandangan hidup, ideologi, agama, dan budaya yang kemudian diinternalisasi menjadi kepribadian seseorang. Di sekolah, pembentukan karakter tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang sistematis. Strategi pembentukannya meliputi:
Jumat, 12 Juni 2026
TPPK vs BSAN
Meskipun keduanya sama-sama berfokus pada penciptaan lingkungan sekolah yang aman bagi murid, TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) dan BSAN (Budaya Sekolah Aman dan Nyaman) memiliki perbedaan mendasar dari segi regulasi, pendekatan, dan struktur kerjanya. Seiring diterbitkannya aturan terbaru melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, kebijakan penanganan kekerasan di sekolah mengalami transisi besar di mana peran TPPK kini ditiadakan dan dilebur ke dalam ekosistem BSAN.
Berikut adalah tabel perbandingan untuk memudahkan Anda melihat perbedaan fundamentalnya:
Bagaimana SDM di 4.0??
Di era Industri 4.0, narasi yang paling sering kita dengar adalah "robot dan AI akan merebut pekerjaan manusia." Namun, faktanya tidak semenyeramkan itu. Mesin dan otomatisasi memang menggantikan pekerjaan rutin dan repetitif, tetapi di saat yang sama, era ini membuka ruang besar bagi pekerjaan baru yang membutuhkan kemampuan kognitif tingkat tinggi.
Kebutuhan SDM (Sumber Daya Manusia) saat ini tidak lagi berfokus pada kekuatan fisik atau kepatuhan buta, melainkan pada kombinasi literasi baru, kecerdasan emosional, dan kelincahan mental.
Berikut adalah peta kebutuhan SDM di era 4.0 yang dibagi ke dalam tiga pilar utama:
Selasa, 09 Juni 2026
Accurate: Entry Pelunasan Utang
Proses pelunasan utang usaha kepada supplier di Accurate Desktop (Versi 5.22) dicatat menggunakan fitur Pembayaran Pemasok (Purchase Payment). Untuk dapat memproses pembayaran utang pemasok, kita harus membuka dahulu formulir pembayaran tersebut. Bagaimana caranya? Kita bisa mengakses formulir ini melalui dua cara:
- Opsi 1 (Menu Bar): Klik menu Aktivitas (Activities) ➔ Pembelian (Purchase) ➔ Pembayaran Pemasok (Purchase Payment).
Senin, 08 Juni 2026
Mengenal E Comerce
E-commerce atau perdagangan elektronik adalah segala bentuk transaksi jual beli yang dilakukan secara elektronik, terutama melalui internet. Ini mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, transfer uang, dan pertukaran data. Singkatnya, e-commerce adalah cara modern untuk berbelanja tanpa harus pergi ke toko fisik. Ruang lingkup e-commerce tidak hanya terbatas pada jual beli online, tetapi mencakup seluruh proses bisnis digital mulai dari pemasaran, transaksi, pembayaran, pengelolaan persediaan, logistik, pelayanan pelanggan, keamanan data, hingga aspek hukum yang mendukung kegiatan perdagangan elektronik. Dengan demikian, e-commerce merupakan suatu ekosistem bisnis digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Bisnis
Perkembangan teknologi memang menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi setiap bisnis. Untuk tetap relevan dan kompetitif, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:
1. Memahami Teknologi:
- Pelajari Teknologi Terbaru: Ikuti perkembangan teknologi yang relevan dengan industri Anda. Anda bisa mengikuti seminar, workshop, atau membaca artikel terkait.
- Identifikasi Potensi: Analisis bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas produk atau layanan Anda.
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) pada jenjang SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dalam Kurikulum Merdeka memiliki keunikan tersendiri. Selain mengacu pada kompetensi akademis, penyusunan TP di SMK harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja (Dunia Usaha dan Dunia Industri/DUDI).
Secara umum, proses menyusun TP di SMK dapat dilakukan melalui 4 tahapan utama berikut:
1. Memahami Capaian Pembelajaran (CP)
Langkah awal adalah mencermati dokumen Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk program keahlian atau mata pelajaran yang Anda ampu.
Minggu, 07 Juni 2026
Mengenal Growth Mindset
Konsep Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) pertama kali dicetuskan oleh psikolog ternama dari Stanford University, Dr. Carol Dweck. Secara sederhana, growth mindset adalah keyakinan bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan kita bukanlah sesuatu yang kaku atau bawaan lahir sejak orok, melainkan sesuatu yang bisa ditumbuhkan dan dikembangkan melalui kerja keras, latihan, strategi yang tepat, dan masukan dari orang lain. Growth mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kecerdasan, kemampuan, dan keterampilan seseorang dapat dikembangkan melalui dedikasi, kerja keras, strategi yang tepat, serta pembelajaran yang konsisten.
Karakter vs Budaya
Karakter dan Budaya, apa perbedaannya?? Sobat semua… Meskipun keduanya sering berkaitan dalam membentuk perilaku manusia, keduanya berada di ranah yang sangat berbeda. Keduanya merupakan faktor yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang. Perbedaan paling mendasar terletak pada skala dan sumbernya: karakter itu bersifat individual, sedangkan budaya bersifat kolektif. Karakter dan budaya harus menjadi perhatian mendasar dan membentuk generasi penerus bangsa yang lebih kuat. Untuk memahami lebih jauh, kami akan menyajikan dalam bentuk table, agar lebih mudah dipahami. Berikut adalah tabel perbandingan singkat untuk melihat perbedaannya secara langsung:
Konsep Debet & Kredit
Konsep Debit (Debet) dan Kredit adalah fondasi paling dasar dari sistem pencatatan berpasangan (double-entry bookkeeping) dalam akuntansi. Agar tidak bingung, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melupakan sejenak istilah debit/kredit yang biasa kita lihat di SMS banking atau ATM. Dalam akuntansi perusahaan, artinya jauh berbeda.
Mari kita bedah konsepnya secara mendalam namun tetap sederhana.
1. Arti Aslinya: Hanya "Kiri" dan "Kanan"
Secara harfiah, kata Debit berasal dari bahasa Latin debere (sisi kiri) dan Kredit dari kata credere (sisi kanan). Jadi, dalam akuntansi:
Langganan:
Postingan (Atom)
Psikologi
Tantangan Bisnis di Era Modern
Oleh: Winarto Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang untuk menghasilkan keuntungan dengan cara menyedi...