Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Senin, 08 Juni 2026

Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)

Oleh: Winarto
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) pada jenjang SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dalam Kurikulum Merdeka memiliki keunikan tersendiri. Selain mengacu pada kompetensi akademis, penyusunan TP di SMK harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja (Dunia Usaha dan Dunia Industri/DUDI).
Secara umum, proses menyusun TP di SMK dapat dilakukan melalui 4 tahapan utama berikut:
1. Memahami Capaian Pembelajaran (CP)
Langkah awal adalah mencermati dokumen Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk program keahlian atau mata pelajaran yang Anda ampu.
Fase E: Untuk kelas X SMK (dasar-dasar program keahlian).
Fase F: Untuk kelas XI dan XII SMK (konsentrasi keahlian).
Perhatikan setiap elemen yang ada pada CP, karena elemen-elemen tersebut merupakan fokus kompetensi yang harus dicapai siswa.

2. Menganalisis Kompetensi dan Lingkup Materi
Setelah membaca paragraf CP pada elemen tertentu, lakukan bedah CP untuk memisahkan dua komponen utama:
Kompetensi: Kemampuan atau keterampilan yang dinyatakan dengan kata kerja operasional (KKO) yang harus ditunjukkan/didemonstrasikan oleh siswa (misal: merancang, mengoperasikan, menganalisis, menguji).
Lingkup Materi: Konten, konsep utama, atau pengetahuan inti yang harus dipelajari (misal: sistem kelistrikan otomotif, laporan keuangan, instalasi jaringan).

3. Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah memetakan kompetensi dan materi, Anda bisa mulai merumuskan kalimat TP. Penulisan TP yang baik setidaknya memuat dua komponen di atas (Kompetensi + Lingkup Materi).
Ada 3 alternatif cara merumuskan TP:
  1. Langsung berdasarkan CP: Menggunakan kalimat kompetensi dan materi yang ada pada CP secara langsung.
  2. Menganalisis Kompetensi dan Materi: Menguraikan CP menjadi beberapa kompetensi yang lebih spesifik berdasarkan tahapan belajar.
  3. Lintas Elemen: Memadukan beberapa elemen CP yang saling berkaitan untuk membentuk satu TP yang utuh.
Penting untuk SMK: Gunakan Taksonomi Bloom yang direvisi atau Taksonomi Marzano untuk memastikan kata kerja yang dipilih sudah mencapai tingkat keterampilan psikomotorik atau berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang relevan dengan pekerjaan nyata.

4. Kontekstualisasi dengan Kebutuhan Dunia Kerja (DUDI)
Ini adalah langkah krusial yang membedakan SMK dengan SMA. TP yang sudah dirumuskan sebaiknya dikontekstualisasikan dengan:
  • Karakteristik dan budaya kerja di industri mitra (DUDI).
  • Ketersediaan sarana dan prasarana (alat praktik) di bengkel/laboratorium sekolah.
  • Peluang kerja lokal atau regional bagi lulusan.
Contoh Penerapan:
Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (Fase E)
Kalimat CP Elemen K3LH: "Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri..."
Analisis:
  • Kompetensi: Menerapkan.
  • Lingkup Materi: K3LH dan budaya kerja industri (seperti 5R/5S).
Rumusan TP:
  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi bahaya di area kerja bengkel komputer.
  2. Peserta didik mampu menerapkan prinsip budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) sesuai dengan standar industri mitra.

Dalam menyusun Tujuan pembelajaran harus memperhatikan aspek pokok. Perhatikan tabel berikut ini:
Setelah semua TP selesai dirumuskan, langkah selanjutnya adalah menyusun TP tersebut secara kronologis menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebagai panduan mengajar harian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Tantangan Bisnis di Era Modern

Oleh: Winarto Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang untuk menghasilkan keuntungan dengan cara menyedi...