Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Kamis, 13 Oktober 2022

Tahaban Supervisi Akabdemik

Oleh: Winarto
Supervisi akademik memiliki 3 tahaban utama, yaitu tahap pertemuan awal, tahab observasi pembelajaran dan tahap pertemuan balikan. Ketiga tahap tersebut merupakan upaya untuk memotret kondisi sesungguhnya guru yang akan disupervisi yang selanjutnya diharpakan dapat ditemukan solusi efektif untuk membentu guru yang bersangkutan dalam upaya meneingkatkan kompetensi guru. Berikut ini uraian singkat tentang ketiga tahab supervisi akademik tersebut:
Tahap Pertemuan Awal
Pertemuan awal, disebut juga dengan pre observation conference atau planning conference, yang bertujuan agar kepala sekolah dan guru bersamasamamengembangkan kerangka kerja observasi kelas yang akan dilaksanakan.
Guru yang akan disupervisi menyiapkan RPP, dan kepala sekolah sebagai supervisor mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai (Quiroz, 2015), menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan supervisi proses pelaksanaan pembelajaran, dan menentukan aspek-aspek yang akan diobservasi dan cara mengobservasinya.
Hasil akhir pertemuan awal ini adalah kesepakatan (contract) kerja antara kepala sekolah dan guru. Tujuan supervisi klinis dapat dicapai apabila dalam pertemuan awal tercipta kerja sama, hubungan kemanusiaan dan komunikasi yang baik antara kepala sekolah sebagai supervisor dengan guru yang akan disupervisi. Kualitas hubungan yang baik antara kepala sekolah dan guru akan berdampak secara signifikan terhadap kesuksesan tahap berikutnya dalam proses supervisi klinis. Ada tujuh kegiatan teknis yang penting diperhatikan dan dilaksanakan dalam pertemuan awal ini, yaitu:
1.     menciptakan hubungan yang akrab dan terbuka antara kepala sekolah dan guru.
2.     mengidentifikasi hal yang perlu dikembangkan guru dalam proses pembelajaran.
3.     menerjemahkan permasalahan guru dalam perilaku yang bisa diobservasi,
4.     menentukan langkah-langkah untuk memperbaiki proses pembelajaran guru,
5.     membantu guru menentukan tujuan perbaikannya sendiri,
6.     menentukan waktu pelaksanaan dan instrumen observasi kelas,
7.     memperjelas konteks proses pembelajaran dengan menentukan data apa yang akan peroleh.
 
Tahap Observasi Pembelajaran
Tahap kedua dalam proses supervisi klinis adalah mengamati proses pembelajaran secara sistematis dan objektif, di mana kepala sekolah atau pengawas sekolah mengamati guru mengajar sebagaimana digariskan dalam RPP (Quiroz, 2015). Aspek-aspek yang akan diobservasi harus sesuai dengan hasil diskusi antara kepala sekolah dan guru pada pertemuan awal.

Tahap Pertemuan Balikan
Pertemuan balikan atau pertemuan pemberian umpan balik dilakukan segera setelah melaksanakan observasi proses pembelajaran, dengan ketentuan bahwa hasil observasi sudah dianalisis terlebih dahulu. Tujuan utama pertemuan balikan ini adalah bersama-sama membahas hasil pengamatan proses belajar-mengajar yang dilakukan oleh kepala sekolah. Inti pembicaraan dalam pertemuan balikan ini difokuskan pada identifikasi dan analisis persamaan dan perbedaan antara perilaku guru dan murid yang diharapkan dengan perilaku aktual guru dan murid, serta membuat keputusan tentang apa dan bagaimana langkah yang seharusnya diambil untuk menindaklanjuti perbedaan tersebut. Ada lima manfaat pertemuan balikan bagi guru (Goldhammer, Anderson, & Krajewski, 1981), yaitu:
  1. guru bisa termotivasi dalam pekerjaannya dengan diberikannya penguatan dan kepuasan;
  2. kepala sekolah dan guru dapat bersama-sama mendefinisikan secara tepat isu-isu dalam pengajaran;
  3. bila perlu dan memungkinkan, kepala sekolah dapat mengintervensi secara langsung untuk memberikan bantuan didaktis dan bimbingan bagi guru;
  4. guru bisa dilatih untuk melakukan supervisi terhadap dirinya sendiri; dan
  5. guru bisa diberi pengetahuan tambahan untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan analisis diri secara profesional pada masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Tantangan Bisnis di Era Modern

Oleh: Winarto Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang untuk menghasilkan keuntungan dengan cara menyedi...