STEAM adalah
singkatan dari Science, Techonolgy,
Engineering, Arts dan Mathematics. STEAM adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pentingnya membangun kerjasama, komunikasi, menekankan penelitian, menggunakan penyelesaian masalah dan kemampuan untuk berpikir kritis. Pengembangan inisatif
dan inovatif anak termasuk sisi yang diutamakan dalam metode ini. Untuk mencapai hal tersebut tentunya harus
didukung dengan tenaga pendidik yang profesional. Dalam hal ini guru harus
mampu menempatkan diri sebagai fasilitator bagi peserta didik. Guru tidak hanya
menjalankan peran sebagai alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi menjadi agen perubahan (tranform of life or agent of change)
dengan menanamkan nlai-nilai dan membangun karakter siswa secara berkelanjutan.
Yang perlu diperhatikan dari metode
pembelajaran STEAM bukanlah mengenai pembelajaran yang terpisah-pisah sesuai
dengan mata pelajarannya, tapi bagaimana cara mengkolaborasikan atau menerapkan
seluruh komponen yang ada dalam pelajaran-pelajaran tersebut di kelas. Dengan
kata lain, siswa dituntut untuk mampu menganalisa dan berpikir kritis dalam
mengolah data dan menyelesaikan suatu masalah dikehidupan sehari-hari.




