Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Selasa, 21 Maret 2023

Hindari Perilaku ini...Agar Anak Anda Aman

Oleh: Winarto

Setiap anak tentunya memiliki karakteristik dan sifat masing-masing hingga baik dan buruknya. Sikap dan perilaku anak tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana anak tersebuttumbuh dan berkembang. Terdapat tiga lingkungan yang membentuk sikap dan perilku anak, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Anak akan cenderung meniru dari apa yang mereka dengar, mereka lihat dan mereka rasakan di mana mereka berada. Oleh karena itu kewajiban kita adalah membentuk dan menciptakan lingkungan yang mampu mendukung tumbuh dan berkembangnya potensi anak sehingga mampu menghasilkan generasi yang berkarakter kuat.

Sebuah teori bernama 'Social Learning Theory' yang dikembangkan dan ditulis oleh Albert Bandura, psikolog asal Kanada, Amerika Serikat menyatakan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor psikologis dan rangsangan lingkungan. Hal ini berarti pada dasarnya anak-anak belajar dan mengambil perilaku dengan mengamati lingkungan mereka seperti dilansir dari Positive Parenting. Anak-anak biasanya belajar dengan meniru perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama orang tua, tanpa mengetahui apakah perilaku tersebut baik atau buruk.

Atas dasar hal tersebut maka penting bagi orang tua menyadari kembali pentingnya sikap dan perilaku yang mendukung tumbuh dan dan berkembangnya karakter anak. Orang tua wajib menghindari sikap dan perilaku buruk dan sebaliknya harus menjadi sosok teladan bagi anak. Hal tersebut lantaran tanpa sadar anak akan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya. Melansir dari Parent Circle, beberpa kebiasaan orang tua yang bisa menyebabkan perilaku buruk pada anak.

1. Sering Memaki

Setiap orang tua seharusnya menghindari sikap dan perbuatan yang tidak terpuji, seperti suka berkata kasar, sering memaki, bertengkar dan lain sebagainya. Khususnya ketika menghadapi suatu masalah. Bisa juga kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan dengan TIDAK disengaja, seperti seseorang yang secara otomatis mengucapkan kata-kata makian saat terkejut karena suatu kondisi. Hal ini harus diHINDARI. Apapun konteksnya, anak-anak sangat mudah terpengaruh untuk memaki meskipun mereka tak mengetahui arti makian tersebut. Anak akan menganggap kata tersebut sebagai sesuatu yang keren atau mencoba menarik perhatian orang tua dengan menggunakannya.

Selanjutnya seiring dengan bertambahnya usia, mereka akan mempelajari arti dan makna dibalik ucapannya itu. Kebiasaan memaki dari orang tua ini dapat memengaruhi anak-anak dan menormalkan penggunaan kata makian bagi mereka.

2. Kecanduan Gadged

Di era serba canggih saat ini, bahkan anak se-usia balita pun diberikan gadget sebagai alat untuk mengalihkan perhatian mereka saat menangis. Beberapa orang tua melakukan hal tersebut agar bisa memainkan gadget mereka sendiri.

Seiring bertambahnya usia anak, para orang tua mungkin ingin membatasi penggunaan gadgetvideo game, atau media sosial pada anaknya. Namun, orang tua yang kecanduan gadget atau melihat media sosial terus-menerus akan kesulitan menasihati anak-anak untuk mengontrol penggunaan gadget, hal ini karena sang anak lebih mudah meniru apa yang dilihatnya, solusinya orang tua harus memberikan contoh kepada anak, menggunakan gadged seperlunya saja.

3. Pemalas

Malas dan sering menunda nunda pekerjaan merupakan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh sebagiang besar orang, tanpa kecuali orang tua. Kita tentunya tidak mau termasuk dalam kelompok ini. Bagaimana carany? Ya... dimulai dari diri kita sendiri. Usahakan kita harus selalu aktif, disiplin dalam sikap dan perbuatan. Hindari kita hanya menyuruh, memerintah kepada anak, sementara kita sendiri tidak mengerjakannya..

Orang tua harus bisa memberikan contoh yang benar kepada putra putrinya mengenai cara berbicara, bersikap, berpikir, dan melakukan berbagai tindakan di dalam memberikan contoh. Kebiasaan yang disaksikan dan dialami seorang anak dari orang tuanya secara langsung maupun tidak langsung akan terekam dalam pikiran, bahkan sangat mungkin akan diikuti oleh anak-anak.

Kita dapat mulai dari hal-hal yang paling kecil, seperti bangun pagi, membersihkan lingkungan rumah, gemar membaca, mengutamakan sikap produktif dan lain-lain. Kita harus mampu menjadi role model bagi anak-anak kita.

4. Ketidakjujuran Orang Tua

Orang tua dalam mendidik anak sering bertindak tidak jujur atau berbohong. Semua itu dilakukan tentunya agar anak lebih mudah untuk dikendalikan. Padahal dampak jangka panjang terhadap anak secara psikologis tidaklah efektif.

Salah satu dampak berbohong pada anak yang dapat terjadi adalah membuatnya sulit percaya kepada orangtuanya. Ketika dirinya mengetahui telah dibohongi, telah tertanam dalam benaknya apabila ayah dan ibunya bukan orang yang dapat dipercaya. Akibatnya anak akan meniru untuk berbuat tidak jujur, mungkin dari hal-hal yang sifatnya kecil.

Selain hal tersebut, ketidakjujuran orang tua juga dapat menimbulkan efek buruk ketika anak sudah dewasa. Saat anak sudah merasa dibohongi, ada perasaan dendam dalam dirinya yang timbul. Sehingga, anak tersebut dapat melakukan perbuatan yang buruk, seperti agresif, tidak taat aturan, hingga bersifat impulsif.

5. Kecemasan

Cemas adalah suatu bentuk emosi yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman, rasa takut, atau gelisah. Rasa cemas timbul, terutama saat kita menghadapi situasi yang membuat stres atau khawatir atau situasi kehidupan yang tidak normal

Perasaan cemas dan selalu khawatir yang dilakukan orang tua akan berdampak tidak baik terhadap anak. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak bisa lepas dari masalah dan kesulitan hidup. Namun untuk mensipaki kondisi tersebut haruslah dengan sikap dan perilaku yang positif. Sikap cemas dan khawatir yang berlebihan justru dapat membuat rasa percaya diri pada anak menjadi menurun.

Lalu bagaimana solusinya? Kita harus mampu mengendalikan diri kita, dengan mengedepankan berpikir positif. Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Selanjutnya kita bisa bertukar pikiran dengan orang atau keluarga dekat kita untuk dapat mencari solusi yang efektif.

Semoga Bermanfaat...!!!!


Related Post:

  1. Cerdas Mengembangkan Karir
  2. Membentuk Sikap Rendah Hati
  3. Membangun Karier
  4. Mengenal Penghambat Kesuksesan
  5. Membentuk Karakter Anak
  6. 7 Kebiasaan yang Membuat Efektif
  7. Membentuk Mental Juara 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Membentuk Sikap Rendah Hati

Oleh: Winarto Sikap rendah hati merupakan sikap pembentuk karakter manusia yang sifatnya sangat terpuji, Sikap ini pada dasarnya merupakan ...