Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Kamis, 18 Agustus 2022

Pembelajaran Sepanjang Hayat

Oleh; Winarto

Pembelajaran sepanjang hayat atau dikenal dengan lifelong education menjadi penting untuk dipahami. Mengapa demikian? Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi berkembang terus tanpa henti, sehingga untuk bisa mengimbanginya kita harus tetap selalu belajar mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi segala kemugkinan yang terjadi di masa mendatang. Albert Einstein pernah mengatakan, ”Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan adalah hal yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang telah dipelajari saat di sekolah. Dari pernyataan tersebut pendidikan dan pembelajaran tidaklah cukup hanya dipelajari di bungku sekolah. Sekolah adalah sebagai pemantik untuk mempelajari ilmu pengetahuan lebih lanjuut.

Untuk hal tersebut maka kesadaran akan pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong education penting untuk ditanamkan kepala seluruh anak bangsa. Terlebih pada usia kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-77 ini kita sebagai anak bangsa harus segera mengambil sikap, untuk membuat bangsa lebih maju. Ya...dimulai dari diri kita. Keberhasilan Lifelong education adalah menikmati setiap proses pembelajaran yang dilakukan. Berikut ini terdapat beberapa tips agar pembelajaran sepanjang hayat ini berjalan secara efektif:

  1. Self interest: Agar belajar lebih mudah dilakukan kita perlu menjalani dari hal kecil yang disukai. Kita harus mampu menemukan passion kita, sehingga kita menjadi semangat dengan apa yang kita eksplore. Ini akan membuat proses pembelajaran lebih cepat diterima karena sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.
  2. Priority: menentukan skala prioritas dengan apa yang akan kita pelajari, artinya kita harus mampu menentukan atau memprrioritaskan substansi pembelajaran yang akan dilakukan. Kita harus mampu menyusun target pengetahuan, skill yang dapat kita dapatkan sehingga apa yang kita pelajari lebih terukur.
  3. Evaluasi: Lakukan evaluasi pada materi yang ingin dipelajari. Lifelong learner perlu menentukan bagaimana metode belajar paling tepat agar mampu memberikan hasil maksimal. Ini wajib dilakukan agar tidak terlalu menghabiskan waktu.
  4. Reflect: Setelah selesai mempelajari satu materi, maka tidak ada salahnya dilakukan peninjauan ulang terhadap apa yang telah kita pelajari atau review. Review akan membantu mempertajam materi yang kita pelajari. Ya... dengan review, maka substansi yang kita pelajari akan mudah diingat dan kita tidak akan cepat lupa.
  5. Action learning: Selanjutnya, setelah kita mempelajari banyak hal, maka apa yang telah kita dapatkan kita pahami dengan benar kemudian diterapkan dalam kehidupan nyata. Dalam penerapan tersebut tentunya akan ditemukan banyak hal yang akan membangun pengetahuan dan informasi akan menjadi lebih baik. Melalui action learning ini tentunya akan membuat belajar sepanjang hayat kita akan jadi lebih maksimal dan bermakna.

Tantangan Pembelajaran Sepanjang Hayat

Perkembangan jaman yang semakin pesat tentunya akan membawa dampak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM harus selalu ditingkatkan, jika kita tidak ingin tertinggal. Seiring dengan tujuan tersebut muncul beberpa permasalahan yang menghambat pengembangan dan peningkatan SDM. Berikut beberapa tantangan yang harus dihadapi sehubungan dengan pembelajaran sepanjang hayat:

Pertama, Budaya Belajar dan Budaya Kerja Masih Rendah. Budaya belajar merupakan sikap dan periaku individu yang tersermin dalam proses pembelajaran. Demikian pula dengan budaya kerja, merupakan sikap dan perilaku individu dalam kerja. Secara umum budaya belajar dan budaya kerja kita masih rendah, hal ini ditandai dengan masih rendahnya prestasi belajar yang dicapai bila dibanding dengan prestasi belajar dengan negara tetangga seperti Singapura, Jepang dan malaysia. Demikian juga dengan budaya kerja, dimana belum mampu menghasilkan produk barang dan jasa yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kedua, Literasi masih rendah. Literasi pada dasarnya merupakan istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Literasi merupakan faktor penting keberhasilan pembelajaran sepanjang hayat, namun dalam kondisi riel tingkat literasi masyarakat Indonesia masih rendah, perlu untuk ditingkatkan. Terdapat  Literasi Dasar tersebut yaitu: (1) Literasi Baca Tulis, (2). Literasi Numerasi, (3) Literasi Sains, (4) Literasi Digital,  (5) Literasi Finansial, (6) Literasi Budaya dan Kewargaan. Jika kemampuan literasi kuat, maka bukan tidak mungkin, negara akan maju...!!!!

Semoga bermanfaat !!!!

Related Post:

  1. Tips Agar Otak Tetap Cerdas
  2. Kurikulum Merdeka
  3. Transaksi Perusahan Dagang
  4. Profil Pelajar Pancasila
  5. Pembelajaran dari rumah di era Covid-19
  6. Meningkatkan Kosentrasi Belajar 
  7. Desain Pembelajaran berorientasi HOTS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Membentuk Sikap Rendah Hati

Oleh: Winarto Sikap rendah hati merupakan sikap pembentuk karakter manusia yang sifatnya sangat terpuji, Sikap ini pada dasarnya merupakan ...