Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Kamis, 20 Desember 2018

Jurnal Khusus Pembelian

Oleh: Winarto, S.Pd.M.Pd.
Pada dasarnya Jurnal adalah catatan yang pertama kali dibuat oleh perusahaan untuk mencatat setiap transaksi bisnis  yang terjadi dalam perusahaan yang dibuat secara kronologis. Pada perusahaan yang berskala kecil dimana frekwensi transaksi yang terjadi tidak terlalu banyak, maka sangat efektif apabila menggunakan jurnal umum. Namun sebaliknya, pada perusahaan yang berskala besar, dimana frekwensi terjadinya transaksi sangat besar, maka menjadi tidak efektif lagi. Untuk mengatasinya maka perusahaan perlu menggunakan jurnal khusus.
Jurnal Khusus merupakan catatan transaksi bisnis yang terjadi di perusahaan berdasarkan pada jenis atau kelompok transaksi tertentu. Setiap jurnal khusus dibuat untuk mencatat satu jenis transaksi keuangan yang terjadi secara berulang-ulang dalam suatu periode akuntansi. Misalnya dalam satu periode akuntansi suatu perusahaan mempunyai transaksi penjualan yang banyak, maka perusahaan tersebut akan melakukan pencatatan transaksi-transaksi penjualan ke dalam jurnal khusus Penjualan. Manfaat Jurnal Khusus:
#1. Spesialisasi
Manfaat jurnal khusus yaitu adanya spesialisasi maksudnya dengan jurnal khusus Memungkinkan pembagian pekerjaan. dengan adanya fungsi ini, maka setiap jurnal khusus ditangani oleh satu orang sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan, yaitu setiap transaksi sejenis dicatat oleh satu atau kelompok orang ke dalam satu jenis buku jurnal khusus.
#2. Kolektif
Kolektif disini bermakna bahwa dengan jurnal khusus maka akan memudahkan pemindahbukuan ke Buku besar. Pada jurnal khusus pemindahbukuan ke buku besar dilakukan secara periodik, umumnya dilakukan pemindahbukuan ke buku besar setiap ahir bulan. berbeda dengan jurnal umum, pada jurnal umum pemindahbukuan ke buku besar dilakukan setiap terjadi transaksi.
#3. Pengendalian Intern
Dengan adanya jurnal khusus maka akan memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik, karena setiap jurnal khusus ditangani oleh satu orang atau satu kelompok sehingga lebih memudahkan pelaksanaan pengendalian terhadap buku tersebut. Jurnal khusus dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu :
1.  Jurnal Pembelian (parchase journal ), Yakni jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit.
2. Jurnal Pengeluaran kas (cash disbursement journal), Yakni jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap pengeluarakan kas dalam perusahaan.
3.   Jurnal Penjualan (sales journal), Yakni jurnal yang digunakan untuk mencatat penjualan secara kredit
4. Jurnal Penerimaan Kas (cash receipts journal), Yakni jurnal yang digunakan untk mencatat setiap penerimaan kas oleh perusahaan.

Proses pencatatan transaksi dalam jurnal khusus pada dasarnya sama dengan pencatatan dalam jurnal umum. Sebelum dilakukan proses pencatatan, harus dilakukan analisis terhadap transaksi yang terjadi, pos mana yang akan dicatat di sebelah debet dan pos mana yang akan dicatat di bagian kredit. Kemudian dicatat dalam jurnal yang bersangkutan sesuai dengan format yang telah dibuat. Setelah proses pencatatan pada jurnal khusus selesai, maka selanjutnya perlu dilakukan rekapitulasi jurnal khusus. Rekapitulasi tersebut digunakan untuk mengetahui apakah antara debet dan kredit dalam jurnal khusus sudah mencapai keseimbangan.  
Rekapitulasi juga memudahkan bagian akuntansi untuk memposting data  ke dalam buku besar. Proses rekapitulasi dilakukan dengan cara merangkum saldo-saldo yang terdapat dalam jurnal khusus ke dalam kolom debet dan kolom kredit. Berdasarkan saldo yang berada dalam kolom debet dan kredit pada rekapitulasi maka dapat dilihat apakah terjadi keseimbangan atau tidak. Saldo-saldo yang terdapat pada rekapitulasi merupakan saldo yang berasal dari jurnal khusus yang dipindahkan ke dalam kolom debit atau kredit pada rekapitulasi jurnal khusus.

#1. JURNAL PEMBELIAN (Purchase Journal)
Jurnal pembelian adalah media yang digunakan untuk mencatat setiap pembelian yang dilakukan perusahaan secara kredit. Dasar untuk melakukan pencatatan adalah bukti transaksi berupa faktur pembelian (asli) yang diterima dari pihak lain (penjual). Pemindahbukuan data dalam buku jurnal pembelian ke dalam buku besar dilakukan secara periodik, biasanya dilakukan pada akhir bulan.
Sebelum masuk pada contoh ilustrasi soal kasus, maka perlu disampaikan tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam pencatatan pada jurnal pembelian ini, sering dijumpai tentang PPN atau VAT (Value Added Tax). Berikut penjelasannya!
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Value Added Tax (VAT) adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperjualbelikan. Apabila perusahaan melakukan pembelian barang dagangan maka akan dikenakan PPN yang disebut PPN Masukan atau VAT In (VAT Income). Sebaliknya apabila perusahaan menjual barang dagangan maka akan dikenakan juga PPN yang disebut dengan PPN Keluaran atau VAT Out (VAT Outcome).
PPN dihitung berdasarkan harga beli bersih atau harga jual bersih. Artinya apabila dalam transaksi tersebut terdapat discount atau potongan, maka discount atau potongan harus dihitung terlebih dahulu, selanjutnya baru dihitung PPN yang dikenakan. Perhatikan contoh berikut ini:
Contoh 1:
Pada tanggal 10 Oktober 2017, UD Maju Makmur melakukan transaksi pembelian barang dagangan secara tunai. Harga beli barang Rp 6.000.000,- dengan PPN 10%, discount 5%. Beban angkut pembelian Rp 230.000,-. Buat perhitungan dan jurnalnya:
Jawab:
Perhitungan:
Harga beli barang                    Rp  6.000.000,-
Discount 5%                                    300.000,-
Pembelian Bersih                    Rp   5.700.000,-
PPN 10%                                         570.000,-
Harga Tunai                            Rp   6.270.000,-
Beban Angkut                                  230.000,-
Total                                       Rp  6.500.000,-

Jurnal yang harus dibuat:
UD Maju Makmur
Jurnal Umum
Bulan Oktober 2017
Tanggal
Keterangan
Ref
Jumlah
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2017





Okt
10
Persd. Barang Dag

5.700.000,-
-


VAT In

570.000,-
-


          Pot. Pembelian

-
300,000,-


          Kas

-
6.270.000,-


Beban Angkut Pembln

230.000,-
-


          Kas

-
230.000,-

Contoh 2:
Pada tanggal 12 Oktober 2017, UD Maju Makmur melakukan transaksi penjualan barang dagangan secara tunai. Harga jual barang Rp 5.000.000,- dengan PPN 10%, discount 4%. Harga pokok penjualan barang diketahui seharga Rp 4.000.000,-. Beban angkut pembelian Rp 120.000,-. Dari data tersebut Buat perhitungan dan jurnalnya:
Jawab:
Perhitungan:
Harga jual barang                    Rp  5.000.000,-
Discount 4%                                    200.000,-
Penjualan  Bersih                    Rp   4.800.000,-
PPN 10%                                        480.000,-
Harga Tunai                            Rp   5.280.000,-
Beban Angkut                                  120.000,-
Total                                       Rp  5.400.000,-

Jurnal yang harus dibuat:
UD Maju Makmur
Jurnal Umum
Bulan Oktober 2017
Tanggal
Keterangan
Ref
Jumlah
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2017





Okt
12
Kas

5.280.000,-
-


Potongan Penjualan

200.000,-
-


        VAT Out


480.000,-


        Penjualan

-
5.000.000,-


HPP

4.000.000,-
-


        Persediaan Brg Dag

-
4.000.000,-


Kas

120.000,-
-


        Pendapatan Angkt

-
120.000,-







Keterangan;
Transaksi pembelian dan  penjualan barang dagangan seperti tersebut di atas dapat dicatat dalam jurnal khusus baik jurnal pengeluaran kas maupun jurnal penerimaan kas sesuai dengan format yang ditentukan.

Setelah kita memahami tentang pencatatan PPN pada jurnal, selanjutnya kita pelajari tentang format jurnal pembelian. Pada dasarnya format buku jurnal pembelian tergantung pada kebutuhan perusahaan yang bersangkutan. Namun secara umum format jurnal pembelian tersebut dapat disajikan sebagai berikut ini

................. (nama perusahaan)
JURNAL PEMBELIAN
Bulan ..........
TGL
NO FAKTUR
NAMA KREDITUR
Ref
D E B E T
KREDIT
UTANG
NAMA AKUN
SERBA SERBI
AKUN
JML
































a
b
C
d
E
f
g
h

Keterangan :
a.     Kolam tanggal, diisi dengan tanggal terjadinya transaksi pembelian secara kredit
b.     Kolom bukti transaksi, diisi dengan nomor faktur transaksi pembelian kredit.
c.     Kolom Nama kreditur, diisi dengan nama kreditur terjadinya pembelian kredit. Kreditur yang sama akan disediakan buku pembantu khusus yang disebut dengan buku pembantu utang.
d.    Kolom referensi, diisi dengan tanda chek mark (Ö ) setelah data yang bersangkutan dicatat dalam buku pembantu utang, pada kreditur yang bersangkutan.
e. Kolom nama akun debet, untuk mencatat jumlah pembelian kredit yang sering dilakukan oleh perusahaan. Dalam perusahaan jasa biasanya nama akunnya adalah bahan habis pakai (perlengkapan), sedang dalam perusahaan dagang akun pembelian.
f.      Kolom nama akun yang jarang muncul dalam pembelian kredit
g.     Kolom jumlah, diiisi dengan besarnya pembelian yang dilakukan pada kolom f.
h.  Kolom Kredit utang, diisi dengan jumlah pembelian yang dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan kaun yang bersangkutan.

Sebagai ilustrasi perhatikan contoh kasus transaksi berikut ini:
Kasus 1:
UD Lestari Makmur  dalam bulan Maret 2017 memiliki transaksi yang berkaitan dengan pembelian kredit sebagai berikut :
  Mart  7
Pembelian Peralatan dari Toko Jaya seharga Rp 2.500.000,-  Nomor  faktur A-014 dengan syarat  2/10, n/30
9
Pembelian barang dagangan secara kredit dari Toko Jelita seharga Rp 475.000,- faktur Nomor 772-P
13
Diterima faktur nomor C-212 dari Fun Comp untuk seperangkat komputer seharga Rp 3.250.000,- pembayaran n/60
16
Dibeli barang dagangan dari Toko  Jelita seharga Rp 600.000,- pembayaran n/30. Untuk hal tersebut diterima faktur nomor M-921
21
Dibeli bahan habis pakai kantor secara kredit dengan nomor faktur T-372 dari Toko Cempaka seharga Rp 325.000,- syarat n/30.
28
Dibeli barang dagangan dari Toko Murah seharga Rp 350.000,- dengan syarat n/60. Faktur nomor G-117
Dari data tersebut catatlah dalam jurnal dan buat rekapitulasinya!
Jawab:
UD Lestari Makmur
JURNAL PEMBELIAN
Bulan Maret 2017
TGL
No
Faktur
Nama Kreditur
Ref
D E B E T
KREDIT
UTANG
Persediaan
SERBA SERBI
AKUN
JML
7/03
A-014
Toko Jaya
Ö
-
Peralatan
2.500.000
2.500.000
9/03
772-P
Toko Jelita
Ö
475.000
-
-
475.000
13/03
C-212
Fun Comp
Ö
-
Peralatan
3.250.000
3.250.000
16/03
M-921
Toko Jelita
Ö
600.000
-
-
600.000
21/03
T-372
UD Cempaka
Ö
-
Perlng. Ktr
325.000
325.000
28/03
G-117
Toko Murah
Ö
350.000
-
-
350.000








JUMLAH TOTAL
1.425.000

6.075.000
7.500.000

( 113 )

Ö
(  211 )
REKAPITULASI
NO
NAMA AKUN
D
K
112
Perlengkapan
325.000
-
113
Persediaan
1.425.000
-
120
Peralatan
5.750.000
-
211
Utang
-
7.500.000
TOTAL
7.500.000
7.500.000

Kasus 2:
Pada kasus kedua ini pencatatan data transaksi yang menyajikan bukti transaksi secara riel di perusahaan. Sebagai contoh UD Menoreh Jaya, pada tanggal 5 Oktober 2017, melakukan transaksi pembelian secara kredit pada CV Mendut Jaya. Berikut ini bukti transaksinya:

Solusi Pencatatan:
Dari data tersebut di atas maka dapat di entry ke dalam format jurnal khusus pembelian sebagai berikut:
UD MENOREH JAYA
JURNAL PEMBELIAN
Bulan Oktober 2017
TGL
NO FAKT
KETERANGAN
REF
D
K
PERSD
VAT IN
UTANG







5/10/17
FMJ-12-1
CV Mendut Jaya

3.630.000
363.000
3.993.000








Pada format tersebut terdapat kolom VAT In atau Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan. PPN melekat pada utang perusahaan, sehingga dicatat pada sisi DEBET.

Retur Pembelian
Apabila terjadi retur pembelian baik yang disebabkan oleh pesanan yang tidak sesuai, atau karena barang yangdibeli catata atau rusak, maka kejadian tersebut dicatat dalam jurnal umum. Perhatikan contoh berikut:
Solusi Penyelesaian:
Kasus retur pembelian seperti di atas dicatat di dalam jurnal umum. Pencatatan ynag harus diperhatikan adalah nilai persediaan dan PPN Masukan berkurang sesuai dengan jumlahnya. Artinya berkurangnya persediaan dikuti dengan berkurangnya PPN sesuai dengan tarif PPN yang telah ditentukan.  Berikut ini pencatatannya:
UD MENOREH JAYA
JURNAL UMUM
Bulan Oktober 2017
TGL
KETERANGAN
Ref
D
K
6/10/2017
Utang Dagang
             PPN Masukan
             Retur Pembelian

726.000
-
-
-
66.000
660.000

Semoga bermanfaat!!!!
Untuk lebih lengkapnya...materi tersebutdapat diikuti pada youtube chanel  winarto oche berikut ini. Selamat mengikuti:

4 komentar:

  1. Sangat bermanfaat pak, untuk mengisi waktu liburan,��

    BalasHapus
  2. Terima kasih pak,, materi yang diberikan sangat bermanfaat dan bisa membuat siswa menjadi lebih paham tentang jurnal khusus.

    BalasHapus
  3. Jgn lupa belajar yang rajin ya nak.... semoga sukses UKK USBN dan suksen UN... keep your spirit!!!!

    BalasHapus

Psikologi

Mengenal Penghambat Kesuksesan

Oleh: Winarto. Keberhasilan atau kesuksesan merupakan dambaan bagi setiap orang. Namun untuk menjadi sukses, tidak semudah membalikkan ...