Real Time

Welcome to my personal website:"pojokilmu.net". Informasi Akurat Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Akuntansi....!!!!

Senin, 11 Januari 2021

Praktik Manufaktur Pesanan

Perusahaan manufaktur pesanan adalah perusahaan yang memiliki tugas pokok mengolah bahan baku menjadi produk yang siap digunakan sessuai dengan PESANAN Konsumen. Untuk memperoleh harga pokok produk yang tepat, kita perlu memahami aliran biaya produksi yang terjadi. Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang jelas, berikut ini diberikan ilustrasi sederhana tentang kegiatan manufaktur pesanan:

PT Riski Amalia adalah salah satu perusahaan manufaktur pesanan di bidang makanan ternak. Pada bulan Oktober 2020 mendapat pesanan dari konsumen. Perusahaan mengambil keuntungan 20% dari harga pokok produk yang dihasilkan. Untuk  menyelesaikan pesanan tersebut telah terkumpul data sebagai berikut:

1.  Pembelian bahan baku dan bahan penolong masing masing sebesar Rp 1.500.000,- dan Rp 400.000,- dengan syarat 2/10, n/30.
2.     Untuk menyelesaikan pesanan tersebut diperlukan bahan baku sebesar Rp 1.300.000,- dan bahan penolong sebesar Rp 300.000,-.
3.     Biaya tenaga kerja langsung yang dibutuhkan adalah 30 jam dengan tariff Rp 40.000,- per jam.
4.     Biaya tidak langsung yang dibebankan pada produk sebesar 75% dari Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
5.  Pada akhir bulan diketahui produk pesanan tersebut telah menyerap biaya tidak langsung pabrik (BOP) sebagai berikut
a.     Biaya mandor pabrik                  Rp   300.000,-
b.     Biaya listrik pabrik                             200.000,-
c.     Biaya penyusutan pabrik                    130.000,-
d.     Biaya perawatan mesin                      150.000,-
e.     Biaya asuransi pabrik                        120.000,-
Dari data tersebut diminta:
1.     Analisa data transaksi dan jurnal yang diperlukan
2.     Kartu harga pokok produk pesanan
 
Penyelesaian:
Analisa data transaksi dan Jurnal yang diperlukan:
1.   Pembelian bahan baku dan bahan penolong secara kredit
Analisis data : persediaan bahan baku dan bahan penolong bertambah (Debet) dan Utang Dagang bertambah (Kredit)
Jurnal transaksi: 

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

NOV 1

Persediaan Bahan Baku

 

1.500.000,-

-

 

Bahan Penolong / Supplies

 

400.000,-

 

 

       Utang Usaha

 

-

1.900.000,-


 2.   Pemakaian bahan baku
Analisis data transaksi : Biaya bahan Baku (BBB) bertambah (Debet) dan Persediaan bahan baku berkurang (kredit). Biaya Bahan Penolong (BOP Seseungguhnya) naik: Debet dan persediaan bahan penolong berkurang (Kredit). 
Jurnal Transaksi:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

NOV

BDP BBB

 

1.300.000,-

-

 

         Persediaan Bahan Baku

 

-

1.300.000,-

 

Biaya Bahan Penolong

 

300.000,-

-

 

         Persd. Bahan Penolong

 

-

300.000,-


3.   Pemakaian BTKL
Analisis data transaksi : Saat timbulnya Biaya Gaji: Beban Gaji tambah (Debet) dan Utang gaji bertambah (Kredit). Saat alokasi ke Produk pesanan :  biaya tenaga kerja langsung BDP BTKL tambah (Debet) dan Beban Gaji berkurang (KREDIT) Jurnal Yang diperlukan:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

NOV

Beban Gaji

 

1.200.000,-

-

 

         Utang Gaji

 

-

1.200.000,-

 

(saat timbulnya gaji)

 

 

 

 

BDP BTKL

 

1.200.000,-

-

 

         Beban Gaji

 

-

1.200.000,-

 

(Saat alokasi beban gaji)

 

 

 


Keterangan :
Beban tenaga kerja langsung = 30 jam x Rp 40.000,-  = Rp 1.200.000,-

4.   Pembebanan BOP
Analisa data transaksi: BDp BOP bertambah (Debet) dan BOP Dibebankan bertambah (Kredit)
Jurnal Yang diperlukan:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

NOV

BDP BOP

 

900.000,-

-

 

         BOP Dibebankan

 

-

900.000,-


Keterangan:
BOP dibebankan sebesar 75% dari BTKL = 75% x Rp 1.200.000,- = Rp 900.000,-

5.   Jurnal BOP Sesungguhnya:
Analisis data: terjadinya BOP : beban-beban bertambah (debet) dan utang beban bertambah (kredit). Saat pengalokasian ke produk pesanan : BOP Sesungguhnya bertambah (Debet) dan Beban-beban berkurang (Kredit)
Jurnal yang diperlukan saat timbulnya BOP:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

Maret 30

Gaji mandor pabrik

 

300.000,-

-

 

Beban Listrik Pabrik

 

200.000,-

-

 

Beban Penyustan Pabrik

 

130.000,-

-

 

Beban Perawatan Mesin

 

150.000,-

-

 

Beban Asuransi pabrik

 

120.000,-

-

 

       Utang Beban

 

-

900.000,-


Jurnal alokasi BOP ke produk pesanan:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

Maret 30

BOP Sesuangguhnya

 

1.200.000,-

-

 

       Biaya Bahan Penolong

 

-

300.000,-

 

       Gaji mandor pabrik

 

-

300.000,-

 

       Beban Listrik Pabrik

 

-

200.000,-

 

       Beban Penyustan Pabrik

 

-

130.000,-

 

       Beban Perawatan Mesin

 

-

150.000,-

 

       Beban Asuransi pabrik

 

-

120.000,-


6.   Jurnal Penutupan BOP Dibebankan
Analisis data : BOP Dibebankan  (Debet) dan BOP seseungguhnya (Kredit). Selanjutnya dimungkinkan akan timbul selisih BOP. Jika BOP dibebankan > BOP sesungguhnya maka akan timbul selisih yang menguntungkan. Demikian pula sebaliknya.
Jurnal  yang diperlukan:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

NOV

BOP Dibebankan

 

900.000,-

-

 

Selisih BOP (merugikan)

 

300.000,-

 

 

         BOP Sesungguhnya

 

-

1.200.000,-


7.   Jurnal Produk jadi
Analisis data transaksi : produk jadi bertambah (Debet). Semua unsur biaya pesanan kredit
Jurnal yang diperlukan:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

Maret 30

Persediaan produk jadi

 

3.400.000,-

-

 

       BDP BBB

 

-

1.300.000,-

 

       BDP BTKL

 

-

1.200.000,-

 

       BDP BOP

 

-

900.000,-


8.   Jurnal Penjualan Produk jadi
Analisis data transaksi: Piutang dagang bertambah (Debet) dan Penjualan bertambah (kredit). Di satu sisi HPP  bertambah (Debet) dan persediaan berkurang (Kredit).
Jurnal yang diperlukan:

TGL

KETERANGAN

REF

DEBET

KREDIT

NOV

Piutang Dagang

 

4.080.000,-

-

 

         Penjualan

 

-

4.080.000,-

 

HPP

 

3.400.000,-

-

 

         Persediaan Prod Jadi

 

-

3.400.000,-

 

 

 

 

 

Keterangan:
Produk jadi dijual dengan tambahan laba 20% dari Harga Pokok Produk
Harga Pokok Produk jadi                                          Rp 3.400.000,-
Laba Penjualan : 20% x Rp 3.400.000                              680.000,-
Harga Jual Produk                                                    Rp 4.080.000,-

Kartu Harga Pokok Produk Pesanan

 

KARTU HARGA POKOK

In: 1.000

No Pesn  :

Tgl Pesn :

Tgl Selsai :

 

Pemesan:

Sifat Psnan:

Jumlah pesn :

Harga Jual :

Tgl

Ket

JML

Tgl

Ket

JML

Tgl

Ket

JML

 

BBB

1.300

 

BTKL

1.200

 

BOP: 75% dr BTKL

900

Jumlah

1.300

Jumlah

1.200

Jumlah

900

 

Total Biaya Produksi :  Rp 3.400    

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi

Tantangan Bisnis di Era Modern

Oleh: Winarto Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang untuk menghasilkan keuntungan dengan cara menyedi...